RADARBANYUWANGI.ID - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi mencatat 1.143 orang berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun 2025.
Dari jumlah tersebut, 15 calon jemaah haji (CJH) harus terpisah dari rombongan dan 4 orang dari mereka belum menerima visa haji.
Berdasarkan data dari Kemenag Banyuwangi, sebanyak 1.128 jemaah masuk dalam kloter 42, 43, dan 44. Sementara 15 orang sisanya tergabung ke dalam kloter yang berbeda-beda.
Rinciannya, dua jemaah bergabung kloter 46, tiga jemaah di kloter 48, dua jemaah di kloter 75, empat jemaah di kloter 85, satu jemaah di kloter 87, dan tiga jemaah belum menerima visa haji.
Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat menyatakan, kebijakan Pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem Syarikah menjadi penyebab utamanya. Syarikah secara umum merujuk kepada provider kemitraan bisnis.
”Aturan haji yang diberlakukan Saudi Arabia tahun ini berbeda dari sebelumnya. Berbasis Syarikah, sehingga ada bongkar pasang pramanifes atau data keberangkatan,” ujar Chaironi kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Senin (12/5).
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Banyuwangi Moh. Jali menjelaskan, Syarikah mengatur akomodasi, transportasi, konsumsi, dan sejumlah layanan di Arab nanti.
Adapun tujuan perubahan ke sistem Syarikah untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Selain itu, imbuh Jali, untuk mendorong kompetisi antarlembaga memberikan layanan terbaik sesuai privatisasi sektor publik.
”Dari 15 yang tersisa itu Syarikahnya berbeda. Meskipun beda kloter, namun dipastikan berangkat musim haji tahun ini. Asalkan tidak mengajukan mundur atau berhalangan tetap,” katanya.
Dari 15 jemaah tersebut, Moh. Jali menyatakan ada empat jemaah yang belum menerima visa haji hingga saat ini.
Menurutnya, di Jawa Timur, masih ada ribuan visa jemaah yang juga belum diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi.
”Ada 4 visa belum terbit. Satu di antaranya masuk di kloter 48, misal sampai hari pemberangkatan belum keluar juga, maka mundur di kloter selanjutnya. Paling molor bisa-bisa gabung di kloter 97, kloter paling akhir,” pungkas Jali. (cw4/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin