Kepala Kantor Kementerian Agama Banyuwangi Chaironi Hidayat melalui Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Zaenal Abidin mengatakan, jemaah haji Banyuwangi datang bergelombang dengan diawali kloter 57 pada pukul 07.00, disusul kloter 58 pada pukul 08.10.
Kloter 59 mendarat di Bandara Juanda pada pukul 12.05, sedangkan kloter 60 baru mendarat pada pukul 16.00. ”Dari Bandara Juanda Surabaya mampir ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya,” katanya.
Pemulangan jemaah haji ke Banyuwangi dilakukan secara bergelombang. Jemaah kloter 57 berangkat dari Asrama Haji Sukolilo menuju Banyuwangi pukul 10.00. Kloter 58 pada pukul 12.00 meluncur ke Banyuwangi.
”Saat berada di Asrama Haji Sukolilo, jemaah menerima paspor dan air zamzam. Kondisi kesehatan juga dicek,” terang Zaenal.
Saat dilakukan cek kesehatan, ada empat jemaah yang kurang sehat sehingga kepulangannya ke Banyuwangi harus diangkut menggunakan mobil ambulans.
”Secara umum, pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Dari segi layanan, jemaah haji Banyuwangi sudah merasa puas dan terlayani dengan baik oleh petugas haji,” ungkap Zaenal.
Jumlah jemaah haji yang meninggal dunia tahun ini menurun dibanding pada penyelenggaraan musim haji tahun lalu.
”Tahun lalu ada tujuh jemaah haji yang meninggal, tahun ini hanya tiga orang jemaah haji yang meninggal,” kata Zaenal.
Dari 1.238 jemaah haji Banyuwangi, yang meninggal dunia tiga orang. Dengan demikian yang pulang ke tanah air ada 1.235 orang.
Secara objektif, pelayanan selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina lebih baik dari tahun 2023 lalu. ”Menurut penilaian masih butuh penyempurnaan, karena berbeda kasus. Tapi secara umum berjalan baik, lancar, dan jemaah bisa terlayani dengan baik,” pungkas Zaenal. (ddy/abi/c1)
Editor : Niklaas Andries