Radarbanyuwangi.id - Jemaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam kloter SUB-58 melaksanakan tawaf wada (perpisahan) bagi lansia dengan menggunakan fasilitas mobil golf. Tawaf wada dipandu pembimbing ibadah kloter Muklis.
Jemaah dibagi menjadi 3 trip. Trip kedua dibimbing ketua kloter SUB-58, Syafaat. Sedangkan trip ketiga khusus ibu-ibu dibimbing langsung oleh dokter kloter, yaitu dr Zuwwidatul Husna atau biasa dipanggil Ning Wida.
Ning Wida sebenarnya bertugas sebagai tim kesehatan haji. Karena punya kompetensi membimbing haji, putri dari pengasuh Ponpes Darussalam Blokagung KH Hisyam Syafaat itu ikut membimbing jemaah lansia.
”Tugas dokter kloter sebenarnya hanya masalah kesehatan jemaah, tapi Ning Wida punya kompetensi untuk membimbing haji,’’ ujar ketua kloter SUB 58, Syafaat.
Sebelum melaksanakan tawaf, jemaah mengambil miqat dari Masjid Tan’im. Dari Hotel Bilal, rombongan bergerak di terminal bus dekat Masjidilharam.
Selanjutnya rombongan naik bus Saudi Arabian Public Transportation Company (Saptco). Hanya kloter 58 yang memanfaatkan bus jurusan Tan’im-Haram dengan karcis 4 riyal untuk menuju miqat. ”Sebelum naik bus, kami beli tiket dulu,’’ kata Syafaat.
Di Tan’im ada masjidnya. Banyak yang menyebut sebagai Masjid Tan`im. Ada juga yang menyebut Masjid Aisyah, karena dulu Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW pernah memulai ihram dari sini.
Begitu tiba di Masjidlharam, rombongan langsung melaksanakan tawaf wada. Setelah turun dari bus, jemaah lansia dibantu menggunakan kursi roda. Tampak dalam rombongan ada Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Bibin Widiatmoko Setda Pemkab Banyuwangi sekaligus sebagai petugas haji daerah (PHD).
”Selama melaksanakan tawaf ada yang naik mobil golf. Mobil golf untuk tawaf ditujukan untuk lansia dan jemaah disabilitas atau memiliki hambatan fisik,’’ kata Syafaat.
Ttarif untuk tawaf menggunakan mobil golf sebesar 50 SAR. Biaya sebesar itu tanpa sai. Untuk jemaah haji yang tidak membutuhkan bantuan, dilaksanakan pada Jumat malam menjelang keberangkatan ke Madinah.
Sebelum jemaah naik mobil golf, jelas dia, petugas kloter lebih dulu memberitahukan tata cara tentang dimulainya tawaf wada. “Bukan hanya bimbingan ibadah yang mengajarkan bagaimana doa wada, dokter kloter ikut memandu bimbingan ibadah,” jelasnya.
Setelah tawaf wada, lanjut dia, jemaah lansia juga melaksakan salat sunah dua rakaat lalu doa wada yang dipandu Muklis selaku binbad SUB-58. Dengan tawaf wada selesailah semua rangkaian haji bagi jemaah haji lansia kloter SUB-58. “Selanjutnya akan ke Madinah untuk ziarah ke sejumlah tempat bersejarah,” katanya.
Syafat menyebut, para jemaah merasa sangat senang dan terbantu dengan program petugas kloter yang mengantar dan memandu jamaah haji lansia dengan menggunakan mobil golf. “Tarifnya jauh lebih murah dibandingkan harus didorong menggunakan kursi roda,” katanya. (ddy/abi)
Editor : Niklaas Andries