Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Idul Adha 1445 H/2024, Dispertan Banyuwangi Gencarkan Cek dan Ricek Kesehatan Hewan Kurban

Ayu Lestari • Sabtu, 8 Juni 2024 | 15:42 WIB

CEK FISIK: Petugas memeriksa sapi untuk memastikan kondisi hewan ternak tersebut sehat dan layak konsumsi.
CEK FISIK: Petugas memeriksa sapi untuk memastikan kondisi hewan ternak tersebut sehat dan layak konsumsi.

Radarbanyuwangi.id – Menjelang Idul Adha 1445 Hijriah, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi mulai melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban. Pengecekan dilakukan di seluruh peternakan dan lapak pedagang yang tersebar di berbagai penjuru kabupaten the Sunrise of Java

Kepala Dispertan Arief Setiawan mengatakan, pengecekan dilakukan dengan melibatkan tim medis veteriner. Mereka bertugas memeriksa berbagai aspek kesehatan hewan, termasuk kondisi fisik untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular.

”Pemeriksaan kesehatan ini untuk memastikan bahwa hewan-hewan yang akan dijadikan kurban dalam kondisi sehat dan layak untuk dikonsumsi. Yang paling penting memenuhi kaidah layak hewan kurban,” ujar Arief.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dispertan drh Nanang Sugiharto menambahkan, pemeriksaan dilakukan baik saat hewan belum disembelih (ante-mortem) maupun sesudah dipotong (post-mortem). Proses pengecekan kesehatan mencakup beberapa tahap, mulai dari pemeriksaan fisik umum hingga pengambilan sampel darah dan feses. 

Tim medis veteriner memeriksa tanda-tanda klinis seperti demam, luka, gangguan pernapasan, dan kondisi tubuh secara keseluruhan. Selain itu, juga dilakukan pengukuran suhu tubuh hewan dan pemeriksaan kelenjar getah bening untuk mendeteksi adanya infeksi. 

”Peternakan hewan yang sudah lolos pemeriksaan akan mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dispertan,” kata Nanang.

Begitu pula di tingkat pedagang-pedagang kecil yang biasa membeli hewan kurban dari pedagang besar untuk dijual ke masyarakat.

”Hewan kurban yang sudah dibeli pedagang kecil itu kami cek kembali untuk memastikan tidak ada satu pun ternak yang terlewat dari pemeriksaan,” tutur Nanang.

Nanang menambahkan, Dispertan Banyuwangi terus melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban hingga mendekati Hari Raya Idul Adha.

”Kami juga akan melibatkan seluruh stakeholder dari Fakultas Kedokteran Hewan Unair, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), dan lainnya untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban sebelum dipotong,” ujarnya.

Begitupun pasca-pemotongan, daging hewan kurban akan kembali diperiksa untuk memastikan bahwa daging tersebut benar-benar layak diedarkan dan layak dikonsumsi masyarakat.

Dispertan juga memastikan stok hewan kurban di Banyuwangi cukup melimpah. Ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha tahun ini mencapai 368.783 ekor.

Jumlah tersebut terdiri dari sapi sebanyak 116.784 ekor, kambing sebanyak 126.671 ekor, dan domba sebanyak 143.328 ekor. ”Alhamdulillah, Banyuwangi selalu surplus ternak tiap tahunnya,” ujar Nanang.

Nanang mengatakan, populasi ternak di Banyuwangi tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan lokal. Namun, juga mampu menyuplai kebutuhan hewan kurban di luar daerah.

”Berkaca pada tahun lalu, kebutuhan hewan kurban untuk sapi hanya 3.127 ekor, kambing hanya 12.630 ekor, dan domba hanya 6.226 ekor,” pungkasnya. (tar/rio/sgt/c1)

 

Editor : Niklaas Andries
#PDHI #peternakan #Getah Bening #luka #dinas pertanian dan pangan #dispertan #ternak #demam #banyuwangi #Pernapasan