Radarbanyuwangi – Dua pekan menjelang Hari Raya Idul Adha, pedagang hewan kurban mulai menjamur di Banyuwangi. Mereka menjajakan aneka hewan ternak, mulai kambing, domba, hingga sapi.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa), para pedagang membuat lapak semipermanen di sejumlah ruas jalan di Kota Banyuwangi dan sekitarnya. Seperti di Jalan Brawijaya, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Kepiting.
Salah satu pedagang, Hery Susanto mengatakan, dirinya sengaja menyiapkan lapak penjualan hewan kurban sejak jauh hari sebelum Idul Adha. ”Agar bisa membuat lapak yang cukup bagus sehingga menarik pembeli,” ujar pria yang membuka lapak penjualan hewan kurban di Jalan Brawijaya tersebut.
Hery mengaku dirinya membuka lapak dagangannya sejak Jumat (31/5) lalu. Namun, hingga Minggu (2/6) belum satu pun kambing dagangannya laku terjual. ”Untuk harga kisaran Rp 2,5 juta hingga Rp 4,5 juta, tergantung ukuran kambingnya,” kata warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, tersebut.
Hery menambahkan, dirinya sengaja membuka dagangan lebih awal dengan harapan bisa menjual kambing lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Dia menuturkan, jenis kambing yang dia jajakan adalah kambing peranakan etawa. ”Harapannya, bisa menjual lebih banyak karena pada tahun lalu hanya laku sekitar 20 ekor,” harapnya.
Untuk menggaet pembeli, Hery menyiasatinya dengan menyiapkan layanan antar hewan kurban. Pembeli kambing juga boleh menitipkan ternak yang sudah mereka beli hingga hari ”H” Idul Adha tanpa dipungut biaya. ”Makanan untuk kambing tersebut kami yang menanggung. Jika terjadi apa-apa kami juga yang menanggung,” jelasnya.
Pedagang hewan kurban lainnya, Sutrisno menyebut selain menjual hewan kurban, dirinya juga menyiapkan hewan keperluan aqiqah. ”Syarat aqiqah dan kurban memang berbeda. Jadi, kami siapkan sesuai kebutuhan pembeli,” kata laki-laki berusia 46 tahun tersebut.
Sama halnya dengan Hery, Sutrisno mengaku membuka lapak penjualan hewan kurban sejak jauh hari sebelum Idul Adha dengan harapan semakin banyak yang terjual. Tahun lalu dirinya ”hanya” menjual 25 ekor kambing.
”Semoga tahun ini lebih banyak yang laku agar keuntungan yang kami dapat bisa menutupi biaya makan ternak, sewa lapak, maupun sewa angkut hewan dan biaya pembuatan lapak,” pungkasnya. (rio/sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries