Pemerintah Arab Saudi mengingatkan para jemaah umrah yang saat ini masih berada di Arab Saudi agar tidak nekat mencoba melaksanakan ibadah haji.
Koresponden Jawa Pos Radar Banyuwangi Yazid Sofyan melaporkan, saat ini Pemerintah Arab Saudi tidak memberikan toleransi kepada siapa saja yang berniat untuk melaksanakan ibadah haji dengan visa lain, kecuali dengan visa haji.
”Per tanggal 28 Mei Masjidilharam harus steril dari jemaah umrah. Kalau kedapatan masuk Masjidilharam bisa ditangkap,” kata Sofyan yang tergabung dengan 55 rombongan jemaah haji plus asal Banyuwangi tersebut.
Sofyan menyebut, saat ini cuaca kota Makkah mencapai 43–45 derajat Celsius. Jemaah masih bisa survive.
Berbeda dengan jemaah lansia dan berisiko tinggi, diimbau untuk tidak melaksanakan tawaf pada siang hari. Mereka diimbau berdiam di hotel atau di dalam masjid.
”Lebih baik melaksanakan tawaf dan sai setelah salat Isya, suasananya lebih sejuk,” kata warga Kelurahan Tamanbaru itu.
Sementara itu, jemaah haji kloter 58 menempati Hotel Bilal, rumah nomor 1001 sektor 10 wilayah Misfalah. Hotel bintang 3 ini menjadi tempat penginapan jemaah kloter 58 termasuk di dalamnya jemaah yang tergabung dalam KBIHU Sabilillah Banyuwangi.
Hotel ini merupakan salah satu akomodasi yang populer bagi jemaah haji karena lokasinya yang strategis dengan jarak tempuh ke Masjidilharam sekitar 1,2–1,5 kilometer. Wilayah Misfalah mudah diakses dari berbagai penjuru kota Makkah.
Ketua Regu KBIHU Sabilillah Narto melaporkan, kamar yang ditempati rata-rata diisi oleh 3–4 jemaah dengan kasur empuk, kamar mandi yang bersih dilengkapi shower, wastafel, dan toilet yang bersih.
”Alhamdulillah, kamar yang ditempati bersih dan nyaman,” kata suami Neni Viantin, anggota DPRD Banyuwangi ini. (aif/c1)
Editor : Niklaas Andries