Barang tersebut ditemukan petugas saat melakukan proses penerimaan kelompok terbang (kloter) 57, 58, 59, dan 60 asal Banyuwangi.
”Petugas menemukan barang-barang tersebut saat memeriksa koper jemaah kloter 58,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat.
Untuk CJH kloter 57 tidak ada kendala. Saat pemeriksaan koper CJH kloter 58, petugas menemukan 11 koper yang kedapatan membawa magic com, pemanas air atau water heater, dan panci penanak nasi.
Barang-barang tersebut langsung disita lantaran dilarang oleh Pemerintah Arab Saudi. ”Peralatan dapur diamankan oleh petugas karena dilarang oleh pemerintah Arab Saudi,” jelas Chaironi.
Jenis barang yang dilarang dibawa sebenarnya telah berulang kali disampaikan kepada CJH saat bimbingan manasik haji.
Barang tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu keamanan dan kelancaran aliran listrik di hotel tempat jemaah menginap.
”Pemerintah Arab Saudi melarang para jemaah membawa penanak nasi dan pemanas air listrik,” jelas Chaironi.
Namun rupanya, masih ada calon jemaah haji yang nekat membawa magic com untuk memasak sendiri selama di Arab Saudi.
”Ada petugas dari Arab Saudi di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Barang-barang tersebut tidak diperkenankan dibawa,” tegas Chaironi.
Untuk koper CJH kloter 59 dan 60 masih belum diperiksa karena masih menunggu masuk asrama haji.
”Semoga tidak ada lagi ditemukan pada jemaah haji kloter 59 dan 60 asal Banyuwangi,” harapnya.
Chaironi menegaskan, para jemaah haji tak perlu khawatir tidak mendapatkan makanan cukup. Pasalnya, mereka sudah dijatah penuh dari panitia, baik ketika pra maupun fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
”Jemaah haji tahun 2024 ini tidak perlu khawatir tidak memperoleh makanan karena mereka dijatah penuh,” tandasnya. (ddy/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries