Ribuan CJH tersebut tergabung dalam kloter 57, 58, 59, dan 60. Mereka bakal diangkut menggunakan 29 bus menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Adapun titik penjemputan antara lain di halaman Ponpes Amanatullah Gambiran, Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi, dan kantor KBIHU Sabilillah Banyuwangi.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Banyuwangi Zaenal Abidin mengatakan, penentuan titik penjemputan untuk memudahkan petugas dalam menginventarisasi jemaah.
Titik penjemputan dibagi sesuai kloter. Kloter 57 titik penjemputannya terpusat di halaman Ponpes Amanatullah Gambiran. ”Kloter 57 akan dijemput menggunakan delapan unit bus dengan jumlah kursi sebanyak 376, setiap bus memiliki kapasitas 47 kursi,” katanya.
Sedangkan untuk kloter 58, lanjut Zaenal, ada empat titik lokasi penjemputan dengan jumlah bus delapan unit dengan kapasitas tempat duduk 47 kursi dan 59 kursi.
”Untuk kapasitas kursi masing-masing bus berbeda, sesuai kebutuhan yang ada di titik-titik penjemputan. Setiap titik jumlah jemaah menyesuaikan jumlah kursi,” ungkapnya.
Sedangkan kloter 59, ada tujuh titik penjemputan. Untuk jemaah Haromaian, PHD, dan mandiri dibagi menjadi tiga titik kumpul.
”Sebenarnya kloter 59 hanya ada lima titik kumpul, tapi untuk titik kumpul jemaah Haromaian, PHD, dan mandiri tersebar di tiga titik dengan jumlah angkutan satu bus,” jelasnya.
Khusus kloter 60 hanya ada dua titik penjemputan. Sedangkan jumlah angkutan yang disiapkan ada tiga unit bus dengan kapasitas 47 kursi dan 59 kursi.
”Jemaah harus sudah berkumpul sebelum pemberangkatan dilakukan agar bisa terinventarisasi dengan baik,” kata Zaenal. (rio/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries