Sabtu (18/5) sebanyak 1.238 CJH mengikuti manasik haji akbar tingkat kabupaten yang dipusatkan di lapangan atletik GOR Tawangalun.
Mereka dibekali teori dan praktik sebelum benar-benar menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Manasik haji yang digelar Kemenag Banyuwangi itu diikuti CJH yang tergabung dalam empat kloter, yakni kloter 57, 58, 59, dan 60.
Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas didampingi Kepala Kemenag Chaironi Hidayat ikut memantau jalannya manasik. Manasik diawali dengan memakai pakaian ihram dengan niat haji.
Tahapan berikutnya wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sai, mabit di Muzdalifah, melempar tiga jumrah (aqabah, ula, dan wusta), hingga mencukur rambut (tahalul).
”Ihram merupakan hal yang utama dalam urutan manasik haji. Melalui kegiatan ini, diharapkan jemaah haji bisa lebih mantap dan fokus dalam beribadah di Makkah,” ujar Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat.
Chaironi menjelaskan, manasik haji tersebut merupakan puncak persiapan dan pembekalan untuk para CJH. Tujuannya, jemaah benar-benar mengetahui teori dan praktik langsung nantinya di Makkah.
”Dengan praktik langsung seperti ini, CJH diharapkan bisa lebih paham dan mengerti apa yang akan dilaksanakan selama menjalankan ibadah haji,” jelasnya.
Chaironi berharap, CJH bisa menjaga kondisi diri dan kesehatannya. Segala persiapan dan pembekalan yang telah diberikan sudah selesai, tinggal pemberangkatan.
”Persiapannya tinggal penentuan titik penjemputan para jemaah dan pengumpulan koper. Untuk pengumpulan koper akan dilaksanakan pada Kamis (23/5) mendatang,” terangnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengucapkan selamat kepada para jemaah yang akan berangkat pada Sabtu (25/5) mendatang.
Ipuk berpesan agar CJH bisa menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah. ”Perlu diwaspadai kondisi cuaca di Makkah karena berbeda dengan kondisi di Banyuwangi. Kami berpesan agar para jemaah bisa menjaga kesehatannya,” pesannya. (rio/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries