Dibandingkan dengan suhu rata-rata di Indonesia yang mencapai kisaran 29 hingga 33 derajat celcius. Perbedaan suhu tersebut tentunya bakal membuat jemaah lebih berkeringat saat menunaikan ibadah di tanah suci nantinya.
Menyadari kondisi tersebut, maka calon jemaah haji diharapkan bisa menjaga kesehatan selama rangkaian prosesi ibadah haji di Mekkah. “Cuaca di Mekkah saat ini rata-rata di atas 40 derajat celcius. Jaga selalu kesehatannya di tengah cuaca panas,” pinta Ketua KBIHU Sabilillah Banyuwangi HM Faisholi Harun.
Agar ibadah maksimal saat panas terik, Faisholi Harun meminta jemaah untuk mempersiapkan peralatan untuk melindungi diri dari sengatan terik matahari. Seperti diantaranya membawa payung untuk menghindari sengatan panas.
Selain itu ada baiknya mengurangi aktivitas di luar rangkaian ibadah haji, terutama kegiatan di luar ruangan.“Selain itu, jemaah haji harus mencukupi asupan air. Ini demi mencegah terjadinya dehidrasi,” kata Faisholi Harun .
Ditambah lagi dengan adanya perbedaan suhu cuaca di tanah air dengan di Mekkah. Perbedaan suhu cuaca tersebut bisa mencapai lebih dari lima hingga enam derajat celcius. ”Jemaah haji perlu menjaga kesehatannya dengan rutin meminum air minimal sebanyak dua liter per hari,” imbuhnya.
Tidak ketinggalan, Faisholi Harun juga menyarankan agar para jemaah tidak meninggalkan olahraga. Serdikitnya 30 menit setiap hari sebelum berangkat haji kegiatan ini tetap harus dijalankan.
Rutin berolahraga maka tubuh para calon jemaah haji dapat tetap dalam kondisi fit. Saat di tanah suci nanti jemaah sudah tidak kaget lagi saat menjalankan ibadah di Mekkah.
“Pastikan nutrisi yang dikonsumsi sesuai kebutuhan tubuh. Hindari makanan dan minuman manis atau asin yang berlebihan,” tuturnya.
Selain itu juga tidak ada salahnya untuk mulai sekarang secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat ke Mekkah. “Sering-sering cek kesehatan ya. Apalagi di sana nanti banyak ibadah fisik,” tandasnya.
Bagi yang punya masalah kesehatan, dianjurkan membawa obat-obatan pribadi yang bisa dibawa. Termasuk diantaranya jemaah yang punya riwayat penyakit kronis dan obat khusus. (*)
Editor : Niklaas Andries