RadarBanyuwangi.id – Calon jemaah haji (CJH) Banyuwangi yang masuk dalam estimasi keberangkatan tahun 2024, sudah bisa mulai mencicil biaya perjalanan ibadah haji (bipih).
Pelunasan bisa dilakukan secara bertahap melalui rekening masing-masing.
”Jadi, calon jemaah haji sudah bisa menabung atau mencicil pada rekening penerima setoran awal saat mendaftar,” ungkap Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Banyuwangi Zaenal Abidin.
Skema cicilan pelunasan biaya haji diharapkan dapat meringankan calon jemaah haji. Dengan begitu, kenaikan biaya haji tidak akan memberatkan jemaah ke depannya.
”Kalau ditabung atau dicicil mulai saat ini, maka saat tiba waktu pelunasan tidak terasa keberatan. Terkait kelebihannya, masih bisa diambil. Sementara jika kurang tinggal menambah sedikit,” kata Zaenal.
Seperti diketahui pada 27 November lalu, Kemenag dan DPR menetapkan rerata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2024 ditetapkan sebesar Rp 93.410.286.
Dari biaya tersebut, Rp 56.046.172 merupakan bipih rata-rata yang harus dibayar jemaah haji dan Rp 37.364.114 sisanya merupakan dana nilai manfaat.
Besaran biaya haji 2024 tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pada musim haji 2023, tiap jemaah haji rata-rata membayar Rp 49.812.700.
Artinya, biaya haji yang ditanggung jemaah musim mendatang naik sekitar Rp 6,2 juta.
”Senyampang musim haji masih lima bulan lagi, segera dilunasi. Misalnya, saat ini CJH memiliki uang Rp 15 juta, bisa disetorkan dulu ke bank penerima setoran awal. Nantinya saat dibuka masa pelunasan, tinggal setor Rp 16 juta. Kalau lebih bisa ditarik,” tandas Zaenal. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin