Sumiran Ngaliman meninggal di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah pada Senin (10/7) pukul 13.10 Waktu Arab Saudi (WAS). ”Almarhum meninggal dunia akibat infeksi paru dan gagal ginjal,” ujar Saewan ketua Kloter Sub 63.
Sumiran sebelumnya dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Kemudian dirujuk ke RS King Abdul Aziz.
Kepala Kemenag Banyuwangi Mohamad Amak Burhanudin ikut berduka atas meninggalnya Sumiran Ngalimin.
Dia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menerima takdir dari Allah SWT.
Sebelumnya, tiga jemaah haji asal Banyuwangi meninggal dunia di Tanah Suci.
Mereka adalah Mutmainah, 55, asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar; Jemirin, 83, asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, dan Suwarto Haye Mutaram, 60, warga Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo.
Mutmainah meninggal dunia saat berada di maktab, sepulang dari melempar jumrah di Mina pada Minggu (2/7) pukul 21.00 WAS.
Jemirin meninggal pada Senin (3/7) malam usai melempar jumrah di Mina.
Sementara Suwarto meninggal pada Kamis (6/7) di Hotel 701 Tara Raudhah sekitar pukul 08.05 dengan keluhan sesak napas.
Ketiga jemaah yang wafat tersebut tergabung dalam rombongan jemaah haji kloter 63.
Editor : Syaifuddin Mahmud