Pernyataan itu disampaikan oleh petugas kesehatan hewan di wilayah Kecamatan Bangorejo, drh. Artha Guntur. Menurutnya, cara penyembuhan PMK itu terbilang mudah karena virusnya gampang mati. Hanya saja, proses penyebaran virus sangat cepat dan mudah. Pemilik hewan ternak harus telaten memberikan perawatan terhadap ternaknya yang terinfeksi virus. “Yang kena virus PMK tidak ada nafsu makan, hewan itu lapar tapi tidak mau makan,” ujarnya.
Beberapa cara yang bisa mengobati PMK, terang dia, menggunakan asam garam yang bisa dibeli di warung manapun dengan harga Rp 2000 per bungkus. Takaran yang disarankan 20 gram asam garam dicampur dengan satu liter air, dan dimasukan alat penyemprot. Selanjutnya, disemprotkan pada mulut sapi yang terluka yang menyerupai sariawan. “Semprotkan rutin tiga kali sehari sampai sembuh,” jelas Guntur.
Untuk menjadikan sapi kembali memiliki nafsu makan, dengan menggunakan air perasan kunir dan dicampur dengan gula merah lalu diminumkan pada sapi yang terkena PMK. Dengan cara seperti itu, sapi di Bangorejo bisa disembuhkan dari ancaman PMK. Hanya saja, sapi harus rutin dijemur di bawah terik matahari setiap pagi. “Saat ini ada 11 sapi di Bangorejo yang sembuh dari PMK,” jelasnya.
Guntur mengatakan proses sosialisasi dan pemberian desinfektan terus dilakukan di kandang milik para pedagang hewan. Itu upaya memutus mata rantai PMK. Menurutnya, saat ini masih ada 17 hewan yang sedang terinfeksi PMK di wilayah Bangorejo dengan rincian 15 ekor sapi dan dua ekor kambing. Semuanya, masih dalam tahap penyembuhan. “Selama peternak sapi telaten dan sabar mengurus sapi yang kena PMK dengan beberapa cara itu, bisa dipastikan sembuh,” ujarnya.(mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi