Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penderita Gangguan Mental Digaruk Satpol PP di Utara Kampus Universitas Islam Ibrahimy Kecamatan Genteng

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 20 Mei 2025 | 15:46 WIB
DIAMANKAN: Petugas Satpol PP BKO V Genteng mengamankan ODGJ M Yani di utara kampus Universitas Islam Ibrahimy, Genteng Senin (19/5)
DIAMANKAN: Petugas Satpol PP BKO V Genteng mengamankan ODGJ M Yani di utara kampus Universitas Islam Ibrahimy, Genteng Senin (19/5)

RadarBanyuwangi.id - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) M Yani, 40  asal Dusun Nganjukan, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, diamankan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) BKO V Genteng, Senin (19/5). Pria yang selalu telanjang dada itu, mengamuk di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Genteng.

Yani yang sudah sering berurusan dengan petugas penertiban dan pernah membuat salah satu anggotanya terluka pada Agustus 2024 lalu itu, diangkut sekitar pukul 11.00. “Sejak pagi sudah mengamuk di Pasar Genteng 1 (Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng). Semua orang lewat dimarahi, semua ketakutan,” kata Koordinator Satpol PP Genteng, Masruri.

Setelah mengamuk di pasar, kata dia, Yani berjalan ke arah utara dan kembali mengamuk di utara kampus Universitas Islam Ibrahimy, Genteng. “Laporan terkait ODGJ ini memang sudah banyak, sudah kerap bersinggungan dengan masyarakat,” tandasnya.

Menurut Masruri, Yani yang pernah jadi bulan-bulanan warga karena tertangkap basah membobol kotak amal di sebuah masjid di Desa/Kecamatan Sempu itu, beberapa kali dibawa ke Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Dan KB (Dinsos PPKB) Kabupaten Banyuwangi. “Ada laporan masuk ODGJ ini meresahkan, kembali kami amankan,” ucapnya.

Setelah ditemukan petugas di sebelah utara kampus Ibrahimy, Yani dibawa ke kantor Satpol PP Genteng. Di kantornya, jelas dia, diberi makan dan didimintai keterangan terkait sering mengamuk. “Saat ditanya menjawab cukup jelas, katanya lapar dan mengaku sebal kepada orang-orang,” tuturnya.

Agar orang yang mengalami gangguan mental ini tidak mengamuk, Masruri meminta bantuan tenaga medis dari Puskesmas Kembiritan, Kecamatan Genteng untuk memberikan injeksi obat penenang kepada Yani. Sebab, saat diajak komunikasi pria yang kerap bertengkar dengan warga itu sering kesulitan mengendalikan emosi. “Kami minta untuk diberi injeksi obat agar lebih tenang,” katanya.

Selanjutnya, Satpol PP berencana menginfokan kepada kepala perangkat desa asal lelaki itu agar segera menjemput. “Ini sudah berulang kali dibawa ke dinsos, tapi selalu berontak dan kembali lepas, sekarang ini rencananya dibawa pulang ke rumahnya,” pungkasnya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Universitas Islam Ibrahimy Genteng #kampus #satpol pp #Dinas Sosial #ODGJ