Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Telur Penyu Ditemukan di Pantai Gumuk Kantong di Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar

Zamrozi Wahyu • Selasa, 20 Mei 2025 | 15:41 WIB
BERMUNCULAN: Telur Penyu lekang yang ditemukan warga di sekitar Pantai Gumuk Kantong Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar ditaruh di penampungan untuk ditetaskan Senin (19/5).
BERMUNCULAN: Telur Penyu lekang yang ditemukan warga di sekitar Pantai Gumuk Kantong Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar ditaruh di penampungan untuk ditetaskan Senin (19/5).

RadarBanyuwangi.id – Ratusan telur penyu, ditemukan warga di sekitar Pantai Gumuk Kantong, Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar. Telur-telur yang kini diamankan dan dimasukkan ke tempat penetasan, berasal dari penyu yang sengaja minggir dan bertelur di pantai yang sering didatangi wisatawan itu.

Penemuan telur di Pantai Gumuk Kantong, sebenarnya bukan yang baru. Di daerah itu, setiap memasuki musim kemarau, banyak penyu yang merapat ke pantai untuk bertelur. “Mulai ditemukan telur penyu di Pantai Gumuk Kantong itu sejak April 2025,” terang loordinator pengelolaan penyu di Pantai Gumuk Kantong, Sumari, 55.

Menurut Sumari, sejak April 2025 hingga saat ini, sudah ditemukan tujuh sarang yang dibuat penyu bertelur. Setiap sarang, ada 50 butir telur sampai 130 butir telur penyu. Sarang telur itu, terakhir ditemukan Senin (19/5). “Di sarang itu ditemukan 53 butir telur penyu,” terangnya.

Semua telur penyu yang ditemukan itu, jelas dia, dikelola dengan dimasukkan ke tempat penetasan yang telah disiapkan. Dalam sarang buatan itu, untuk penetasan diperkirakan paling lama dua bulan. “Dua bulan baru akan menetas,” jelasnya.

Penetasan telur penyu yang dikelola itu, masih kata dia, bertujuan melindungi ekosistem laut, apalagi penyu itu termasuk langka dan dan dilindungi. “Penyu pemakan ubur-ubur, rumput laut hingga bulu babi, jika punah siapa yang akan memakan itu. Makanan penyu juga hama bagi nelayan, jadi simbiosis mutualisme,” katanya.

Berbeda dengan di Pantai Sukomade yang tempatnya masih asri atau jarang dijamah orang, sehingga penyu bertelur tidak mengenal musim. Menurut Sumari, di Pantai Gumuk Kantong ini penyu bertelur tergantung musim. Saat ombak laut mulai tenang, yang biasanya terjadi pada musim kemarau, penyu mulai berdatangan di Pantai Gumuk Kantong untuk menaruh telurnya. “Kalau musim penghujan, sekitar November hingga Maret, tidak ada penyu yang mampir untuk bertelur,”ujarnya.

Di Kabupaten Banyuwangi, terang dia, ada empat jenis penyu, lekang, hijau, sisik, dan belimbing. Penyu yang sering bertelur di di sekitar Pantai Gumuk Kantong, ini penyu jenis lekang. “Meski jenis lekang sering dijumpai, kami harus tetap  menjaga ekosistem laut,” terangnya.

Mengenai pelestarian penyu, Kanit Sat Pol Airud Muncar, I Wayan Wedhana berharap, masyarakat sekitar pesisir pantai dapat menjaga kelestarian dan habitat penyu. Karena penyu ini salah satu hewan yang dilindungi. “Ketika menemukan telur penyu, serahkan ke petugas, untuk menjaga kelestarian dan habitat penyu,” harapnya.(cw3/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Pantai Gumuk Kantong #ekosistem laut #wisatawan #habitat penyu #telur penyu #satpolairud