RadarBanyuwangi.id - Satu bulan menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Qurban, Pasar Hewan Rogojampi malah sepi, Rabu (14/5). Penyebabnya, cuaca yang kurang mendukung membuat pedagang hewan jarang yang datang.
Pasar Hewan Rogojampi yang digelar sepekan sekali, tepatnya setiap Rabu dan didominasi sapi dan kambing itu, di hari normal kedatangan sapi sekitar 125 ekor. Sedangkan Rabu (14/5), jumlah sapi tidak mencapai 100 ekor. “Hari ini (kemarin) sapi yang datang sekitar 80 sampai 90 ekor,” kata Petugas Pasar Hewan Rogojampi, Eko Baihaqi.
Untuk kambing, kata dia, di hari normal sekitar 50 ekor yang datang. Sedangkan kemarin (14/5), hanya sekitar 30 ekor saja. “Penurunan jumlah hewan dikarenakan faktor cuaca, sering turun hujan,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Turunnya jumlah pedagang sapi di Pasar Hewan Rogojampi, terang dia, sangat berpengaruh terhadap setoran PAD ke Pemkab Banyuwangi. Apabila pedagang yang datang sedikit, maka setoran juga sedikit. “Ditambah kondisi pasar yang sepi, penjualan sulit, mereka juga sulit untuk dimintai setoran, terkadang para pedagang yang harusnya membayar retribusi Rp 7.000, biasanya hanya setor Rp 5.000,” terangnya.
Salah satu pedagang sapi di Pasar Hewan Rogojampi, Punjul, 52 mengatakan, kondisi pasar sepi karena pedagang enggan untuk datang. Mereka takut hewan dagangannya terkena penyakit. “Sekarang musim hujan, kehujanan bisa sakit. Pedagang memilih untuk tidak datang ke pasar,” katanya.
Untuk harga sapi saat ini, kata dia, tidak jauh dengan pekan lalu. Harga sapi jantan siap sembelih sekitar Rp 20 juta per ekor sampai Rp 50 juta per ekor. “Tergantung hewannya, jika kondisi baik dan barangnya bagus ya mahal,” katanya seraya mengatakan, untuk sapi betina sekitar Rp 18 juta ke atas.(cw3/abi)
Editor : Agus Baihaqi