Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Stok Buah Naga Menipis, Harga Melangit

Zamrozi Wahyu • Rabu, 14 Mei 2025 | 16:14 WIB
MELONJAK: Petani buah naga Ahmad Marzuki asal Dusun Kedungsumur, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo mengecek tanaman buah naga dikebunnya Selasa (13/5).
MELONJAK: Petani buah naga Ahmad Marzuki asal Dusun Kedungsumur, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo mengecek tanaman buah naga dikebunnya Selasa (13/5).

RadarBanyuwangi.id-Para petani yang menanam buah naga, kini hanya bisa geleng-geleng kepala. Saat harga melonjak hingga mencapai Rp 15 ribu per kilogram, mereka tidak bisa merasakannya, karena tanamannya belum siap panen.

Padahal harga buah naga di tingkat petani, normalnya hanya Rp 8.000 per kilogram. Tapi saat ini, harganya mencapai Rp 15 ribu per kilogram. Malahan, pekan lalu mencapai Rp 20 ribu per kilogram. “Sekarang harga buah naga sedang bagus, Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogramnya,” kata Ahmad Marzuki, 53, salah satu petani buah naga asal Dusun Kedungsumur, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Selasa (13/5).

Menurut Marzuki, harga buah naga yang mahal itu karena tanaman milik petani banyak yang belum siap panen. Sehingga membuat harga pasar melonjak drastis. “Pekan lalu malah sempat Rp 20 ribu per kilogram, tetapi tidak ada yang panen,” katanya seraya mengatakan harga itu kemungkinan akan terus turun karena sudah mulai banyak yang panen.

Petani buah naga lainnya, Edi Siswanto, 47, asal Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo mengatakan, perawatan buah naga dengan lahan seperempat hektare, memakan biaya hingga Rp 6 juta dalam satu musim panen. Perwatan tersebut, dalam satu musim panen bisa menghasilkan sekitar dua ton buah naga. “Jika harganya Rp 8 ribu per kilogram, petani sudah mendapakan untung, jika harganya mahal petani jelas sumringah karena laba yang banyak,” terangnya.

Namun, kata dia, saat harga buah naga mahal, petani jarang yang merasakannya. Saat momen tersebut biasanya tanaman buah naga banyak yang belum siap panen. “Yang dipanen apa, tidak ada buah yang siap di panen,” katanya.

Pengepul buah naga Dusun Kedungsumur, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Abdurrohman, 51, mengatakan, saat ini harga buah naga memang sedang melonjak. Itu karena petani jarang yang panen, sehingga sulit untuk mencari buah naga. “Pasar yang membuat harga mahal, kalau seperti ini biasanya kekurangan barang,” terangnya.

Harga buah naga, lanjut Abdurohman, dalam satu minggu bisa berganti-ganti. Pekan lalu sempat di harga Rp 20 ribu per kilogram. Dan ini turun sampai Rp 15 ribu per kilogram. “Untuk pekan depan mungkin akan turun lagi, karena petani sudah mulai ada yang panen,” katanya.(cw3/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#panen #Buah Naga #Petani #Kecamatan Bangorejo