Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nelayan Muncar Ikut Libur Bersama, Cuti Hari Raya Waisak Berbarengan Masa Padangan

Zamrozi Wahyu • Rabu, 14 Mei 2025 | 16:04 WIB
LIBUR: Para nelayan memperbaiki jaring di Pelabuhan Muncar, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar Selasa (13/5).
LIBUR: Para nelayan memperbaiki jaring di Pelabuhan Muncar, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar Selasa (13/5).

RadarBanyuwangi.id - Libur dan cuti bersama perayaan Hari Raya Waisak  tidak hanya dirasakan oleh para Aparatur Sipil Negeri (ASN). Para nelayan yang tinggal di sepanjang Pantai Muncar, Kecamatan Muncar, juga banyak yang melempar jangkar di sekitar pelabuhan, Selasa (13/5).

Hari Raya Waisak yang diperingati setiap tahun pada bulan purnama di bulan Waisak menurut kalender Buddhis, bertepatan dengan musim padangan bagi nelayan Muncar. Sesuai tradisi, nelayan tidak melaut atau libur mencari ikan. “Bukan hanya ASN yang libur waktu tanggal merah, para nelayan juga ikut libur karena bertepatan dengan padangan,” ujar Ahmad Toha, 57, nelayan asal Dusun Muncar, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kemarin (13/5).

Selama musim padangan atau saat bulan purnama, terang dia, para nelayan, terutama nelayan kapal slerek, menghentikan aktivitasnya di laut. Mereka memilih libur sekitar dua hari sampai empat hari. “Sudah jadi tradisi, tidak melaut dan mengisi waktu dengan aktivitas lain, kalau melaut juga tidak akan dapat, padangan ini biasanya di tanggal 13,14,15,dan 16 di bulan Jawa,” katanya.

Beberapa aktivitas yang dilakukan nelayan saat musim padangan, lanjut dia, memperbaiki peralatan perahu dan kapal. Memperbaiki jaring, mesin, mengecat kapal, sampai memperbaiki lunas (bagian bawah) kapal. “Saat padangan biasanya mencari pekerjaan lain,” terangnya.

Nelayan lainnya, Mansur, 60, asal Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, menjelaskan nelayan banyak yang libur karena ikan tidak mau keluar saat bulan purnama, sehingga hasil tangkapan sedikit. “Selama purnama, ikan sembunyi, dan nelayan akan kesulitan jika nekat ke laut,” terangnya.

Kembalinya ikan, menurut dia, ketika musim padangan selesai, sekitar tanggal 16 dan 17 dalam kalender Jawa. Keyakinan masyarakat nelayan di Muncar, setelah nelayan libur melaut, ikan akan bermunculan yang dibarengi jumlah tangkapan meningkat. “Habis libur ikan biasanya yang muncul banyak,” tuturnya.(cw3/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#hari raya waisak #nelayan #Kapal Slerek #Padangan #asn #pantai #muncar