Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sering Diguyur Hujan, Rumah Janda Ambruk

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 8 Mei 2025 | 16:32 WIB
LULUH LANTAH: Warga dan anggota polisi kerja bakti membersihkan rumah milik Sri Rezeki di Dusun Sumberasri, Desa/Kecamatan Songgon yang ambruk Rabu (7/5).
LULUH LANTAH: Warga dan anggota polisi kerja bakti membersihkan rumah milik Sri Rezeki di Dusun Sumberasri, Desa/Kecamatan Songgon yang ambruk Rabu (7/5).

RadarBanyuwangi.id – Diduga karena sering diguyur hujan, rumah milik janda, Sri Rezeki, 34, di Dusun Sumberasri, Desa/Kecamatan Songgon ambruk, Rabu (7/5) sekitar pukul 09.30. Bangunan rumah dengan kontruksi batu bata dan batako itu, diduga ambruk karena kondisinya sudah tua.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Sri yang tinggal berempat bersama anaknya, Andry Fahreza, 14, kakaknya yang juga janda Yanik Nistiani, 41, dan anaknya Ahmad Noval Alhabib, 4, berhasil selamat. “Yang tinggal di situ ada dua KK (kartu keluarga). Alhamdulillah, semua selamat,” kata anggota BPBD Kecamatan Songgon, Abdul Hadi.

Menurut Hadi, keempat penghuni rumah berukuran enam meter kali lima meter itu selamat setelah mengungsi ke rumah salah satu tetangganya sejak Selasa (6/5). “Jadi sejak kemarin (Selasa) sudah ada warga yang melihat rumah korban ini rawan ambruk, sering mengeluarkan suara seperti akan roboh. Penghuninya disarankan untuk mengungsi,” ujarnya.

Baru sehari mengungsi ke rumah tetangga, jelas dia, bagian atap rumah itu ambruk sampai rata dengan tanah. Bahkan, bagian tembok rumah juga sudah doyong dan tinggal menunggu waktu untuk ikut ambruk. “Kami langsung datang bersama warga dan ikut gotong royong untuk mengevakuasi barang yang bisa diselamatkan,” tandasnya.

Hadi mengaku sudah selesai melakukan asesmen data kerusakan, dan akan langsung dikirimkan ke BPBD Banyuwangi. Menurutnya, data itu sebagai patokan kebutuhan bantuan untuk meringankan beban korban. “Surat dari desa juga sudah dibuat, besok (hari ini) akan kami tinjau lagi bersama BPBD,” cetusnya.

Kapolsek Songgon, AKP Maskur menyebut anggotanya sudah mendatangi lokasi kejadian. Selain untuk olah tempat kejadian perkara (TKP), anggotanya turut membantu proses pembersihan puing-puing bangunan. “Menurut kami, faktor bangunan yang sudah lapuk,” ujarnya.

Kapolsek memperkirakan kerugian materil yang harus ditanggung korban akibat rumahnya yang ambruk itu mencapai Rp 100 juta. “Beberapa barang seperti TV rusak, dan bangunan itu tidak bisa ditempati sama sekali, harus dibangun ulang karena rusaknya parah,” cetusnya seraya meminta warga yang lain untuk waspada lantaran cuaca masih belum menentu.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Kecamatan Songgon #songgon #kapolsek #Rumah Ambruk #janda #tkp #gotong royong #bangunan #hujan deras #bpbd