RadarBanyuwangi.id - Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) 2024 di Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring akhirnya cair, kamis (1/5). Dalam pencairan ini, total dana yang diberikan Rp 63 juta untuk 35 orang miskin.
Dari 35 orang yang berasal dari warga Dusun Ringinpitu, Dusun Rumping, dan Dusun Krajan, setiap warga menerima Rp 1.800.000. Dana sebesar itu, untuk enam bulan yang pencairannya sempat tertahan.
“Dana BLT DD yang dicairkan itu bantuan untuk enam bulan selama 2024,” terang koordinator lapangan penyaluran BLT DD 2024 Desa Plampangrejo, Dinal Umar.
Pencairan dana BLT DD di Desa Plampangrejo ini, sebelumnya sempat macet. Dana sebesar Rp 63 juta untuk 35 warga miskin, tidak jelas keberadaannya.
Hingga akhirnya, warga memprotes dan kepala Desa (Kades) Yudi Wiyono mundur dari jabatannya. “Dananya kita berikan pada yang berhak,” cetusnya.
Menurut Dinal, bantuan BLT DD 2024 di Desa Plampangrejo, yang belum yang cair mulai Juli 2024 hingga Desember 2024 dengan total Rp 63 juta untuk 35 orang.
“Setiap bulan penerima bantuan mendapat Rp 300 ribu, kalau enam bulan ya Rp 1.800.000,” ungkapnya.
Acara penyerahan BLT yang bersumber dari DD/ADD di kantor Desa Plampangrejo itu ,kata dia, berjalan dengan lancar.
Saat pembagian diawasi oleh BPD Plampangrejo, Babinsa, dan Babinkamtibmas. “Juga ada Kasi PMK dari kantor kecamatan bapak Arif Najamudin,” katanya.
Dari 35 penerima BLT DD ini, jelas dia, yang datang 32 orang. Tiga orang yang tidak hadir itu, satu orang sedang bekerja, sedang dua orang penerima lainnya meninggal dunia.
“Untuk yang tidak datang karena bekerja, dananya sudah diantar ke rumahnya, sedang dana untuk dua orang yang sudah meninggalo masih di kantor desa,” ungkapnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, puluhan warga Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring mendatangi kantor desanya, Senin (28/4/2025).
Mereka menanyakan dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) 2024 yang banyak tidak cair.
Selain itu, warga juga mempertanyakan 29 tuntutan berkaitan anggaran desa yang tidak jelas peruntukannya sebesar Rp 633.652.300.
Aksi warga itu mulai berlangsung sekitar pukul 09.00. Warga dengan jumlah puluhan datang dengan jalan kaki dan motor.
Kedatangannya itu langsung dihadang oleh aparat keamanan dari kepolisian dan TNI di pintu gerbang.
“Turunkan Yudi, Pemdes (pemerintah desa) tidak kondusif,” teriak sejumlah warga sambil memukuli pintu gerbang di kantor desa.
Melihat warganya seperti sudah tidak bisa dikendalikan, Yudi Wiyono akhirnya memilih mengundurkan diri dan membuat surat pernyataan yang bermaterai.
“Dengan ini saya nama Yudi Wiyono jabatan Kepala Desa Plampangrejo menyatakan siap mengundurkan diri terhitung mulai tanggal 28 April 2025 pukul 13.00,” kata Yudi di hadapan warga. (cw3/abi)
Editor : Agus Baihaqi