Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BLT DD/ADD Untuk Warga Miskin Tidak Dibayar, Warga Desa Plampangrejo Memanas, Ini Yang Dilakukan

Zamrozi Wahyu • Senin, 28 April 2025 | 16:06 WIB
PROTES: Masyarakat Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring mengungkapkan rasa kecewa terhadap Pemdes karena belum bisa merealisasikan BLT ADD DD 2024 Minggu (27/4).
PROTES: Masyarakat Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring mengungkapkan rasa kecewa terhadap Pemdes karena belum bisa merealisasikan BLT ADD DD 2024 Minggu (27/4).

RadarBanyuwangi.id– Tindakan tegas Kejaksaan negeri (Kejari) Banyuwangi yang menahan mantan kepala Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi Anton Sudjarwo karena diduga menggelapkan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), ternyata memicu reaksi keras dari masyarakat Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Sabtu (26/4).

Warga Desa Plampangrejo yang selama ini memprotes Kepala Desa (Kades) Yudi Wiyono karena dana BLT dari ADD dan DD tahun anggaran 2024 belum cair, menuntut transparansi keuangan. Mereka memprotes dengan memasang banner di jalan simpang empat dekat kantor desa. Salah satu isi dari tulisan pada bener itu, BLT DD di desa tetangga 12 bulan untuk orang miskin. BLT DD di desa kita 6 bulan untuk orang miskin, 6 bulan dinikmati oknum pemerintah desa. Ketika kesejahteraan dikorbankan disitulah kematian moral, norma, dan etika.

Dugaan penyelewengan anggaran BLT DD 2024, membuat sebagian besar masyarakat Desa Plampangrejo sudah tidak percaya dengan Pemdes. Sehingga mereka menyuarakan isi hatinya. “Kami bersama tokoh pemuda, tokoh masyarakat, sertaa aliansi memasang bener karena kecewa terhadap Pemdes,” kata anggota aliansi masyarakat peduli desa, Ponirin, asal Dusun Wringinpitu, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring.

Munculnya banner di pinggir jalan itu, terang dia, lantaran masyarakat geram terhadap Pemdes Plampangrejo. Dana BLT DD 2024 yang seharusnya sudah tersalurkan selama satu tahun, tapi hingga saat ini masih tersalurkan enam bulan. “Kekecewaan masyarakat tak bisa dibendung, sehingga menyuarakan isi hati dalam tulisan bener di tepi jalan,” katanya.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Plampangrejo, Fatkurrahman Sodik mengatakan, Pemdes Plampangrejo terutama Kades Yudi Wiyono yang diduga terlalu banyak merugikan masyarakat desa. Salah satunya belum bisa merealisasikan BLT DD 2024, padahal seharusnya sudah disalurkan pada tahun lalu. “Lebih baik diberhentikan, karena terlalu banyak mudharatnya,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Warga Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Plampangrejo mendatangi kantor desanya, Selasa (8/4). Mereka memprotes Kepala Desa (Kades) Yudi Wiyono karena dianggap belum mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024.

Aksi protes warga itu, dipicu dana BLT dari DD 2024 untuk 35 warga yang ada di desa itu, ternyata hingga Selasa (8/4) belum cair. “Dananya itu semua ada Rp 63 juta, dana BLT dari DD itu tidak disalurkan,” kata perwakilan Aliansi Masyarakat Desa PLampangrejo, Ponirin. Saat didatangi di kantornya, kata dia, Kades Plampangrejo masih belum bisa memenuhi keinginan masyarakat. Artinya, belum bisa mendistribusikan uang BLT DD sebanyak Rp 63 juta. “Dana Rp 63 juta itu untuk warga,” katanya.(cw3/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Kejari #masayarakat #Anton Sudjarwo #bantuan langsung tunai (blt) #anggaran 2024 #Plampangrejo #pemuda #kepala desa (kades) #Dana Desa (DD) #ADD #banner #BLT #Desa Plampangrejo #DD #banyuwangi #warga miskin #Alokasi Dana Desa (ADD) #Tokoh