Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rute Bus Perintis Kalisetail-Blokagung dan Jajag-Sarongan Akan Ditutup, Ini Penyebabnya

Salis Ali Muhyidin • Senin, 28 April 2025 | 15:31 WIB
KALAH SAING: Bus Damri jurusan Desa/Kecamatan Sempu - Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari memulai perjalanan di depan Stasiun Kalisetail, Desa/Kecamatan Sempu Minggu  (27/4)
KALAH SAING: Bus Damri jurusan Desa/Kecamatan Sempu - Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari memulai perjalanan di depan Stasiun Kalisetail, Desa/Kecamatan Sempu Minggu (27/4)

RadarBanyuwangi.id - Jasa angkutan darat yang dilayani bus Damri jurusan Desa/Kecamatan Sempu - Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, tampaknya gagal bertahan. Setelah melewati masa percobaan selama enam bulan, dan terus beroperasi sejak awal 2023 lalu, bus iitu kini mengurangi jumlah keberangkatannya hanya sekali dalam sehari, Minggu  (27/4).

Sebelumnya, bus plat kuning dengan nomor polisi P 7296 UD itu, konsisten dua kali pulang pergi (PP) di rute tersebut. Namun, sekarang jumlah keberangkatan sudah dikurangi. “Sekarang hanya sekali pagi saja, siangnya tidak karena sudah sepi. Itu sudah intruksi dari pusat,” kata sopir bus Damri, Sujarno, 51, asal Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

Menurut Sujarno, jumlah penumpang bus yang tarifnya hanya Rp 15.000 sekali perjalanan itu hanya terdongkrak ketika ada momen libur saja. Di hari biasa rata-rata penumpang bus Damri hanya dua sampai lima penumpang. “Paling banyak masih yang turun di Genteng,” sebutnya.

Lokasi turun penumpang yang tidak bisa fleksibel alias hanya bisa turun di jalan protokol, dan tidak bisa turun ke rumah penumpang, juga jadi salah satu alasan angkutan ini kalah saing. “Mungkin juga karena itu, tapi ya ini sudah risiko,” terangnya.

Sujarno menyebut selain rute Kalisetail - Blokagung, sejumlah rute bus perintis lain juga akan dihapus. Itu seperti rute Muncar-Pesanggaran dan Jajag-Sarongan. “Tidak hanya rute ini yang kemungkinan dihapus, namanya juga perintis sewaktu-waktu dihapus sudah biasa,” tandasnya.

Jalur bus Damri ini, jelas dia, dimulai dari Pondok Pesantren Darussalam Blokagung menuju Stasiun Kalisetail sekitar pukul 06.00. Selanjutnya, dari Stasiun Kalisetail menuju Pesantren Blokagung sekitar pukul 09.00. “Sayang sekali kalau harus dihapus, dari tadi saya menunggu tidak ada. Ternyata kata tukang parkir sekarang hanya berangkat pagi saja,” kata salah satu penumpang kereta asal Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Rudi Salim, 33.

Jumlah penumpang bus tersebut, biasanya berkaitan erat dengan okupansi penumpang kereta api yang naik atau turun di Stasiun Kalisetail, Desa/Kecamatan Sempu. “Rata-rata ada 600 lebih orang yang turun di stasiun,” kata Kepala Stasiun Kalisetail, Ibnu Afandi.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#kecamatan tegalsari #blokagung #polisi #bus damri #pondok pesantren #Pondok Pesantren Darussalam Blokagung #masa percobaan #penumpang #bus #jalan protokol #kereta