Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Intruksikan Sekolah Tidak Tahan Ijazah

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 17 April 2025 | 16:13 WIB
TANPA BIAYA: Salah satu alumni SMAN 1 Genteng yang ijazahnya sempat tertahan disekolahnya di serahkan Rabu (16/4).
TANPA BIAYA: Salah satu alumni SMAN 1 Genteng yang ijazahnya sempat tertahan disekolahnya di serahkan Rabu (16/4).

RadarBanyuwangi.id – Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai meminta seluruh sekolah di Jawa Timur, terutama SMA dan SMK  untuk segera menyerahkan ijazah kepada para siswa yang sudah lulus. Bila ada yang sempat tertahan, segera diberikan pada alumninya tersebut.

Intruksi itu dipertegas oleh Kepala Seksi (Kasi) SMA dan Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Cabang Dispendik Jawa Timur Wilayah Banyuwangi, Mohamad Arief Ainur Rozie. “Program ini dimulai sejak Senin (14/4), sampai seterusnya, setidaknya sampai ada program atau intruksi baru lagi,” katanya saat dihubungi melalui ponselnya.

Menurut Arief, peluncuran program tersebut bertujuan memastikan para lulusan dapat segera menggunakan ijazah untuk melamar pekerjaan, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Ini alasan utamanya,  agar masyarakat punya kesempatan meningkatkan kualitas hidupnya, baik dari jenjang karir atau ekonomi,” ujarnya.

Arief menyebut, program tersebut juga didasari tingginya jumlah ijazah yang tertahan di sejumlah sekolah di Banyuwangi. Meski tiap angkatan jumlahnya tidak sampai dua digit, jika di akumulasi dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlahnya bisa mencapai puluhan. “Kalau setahun mungkin tidak sampai dua digit, katakanlah empatlah setahun, tapi kalau dihitung ke belakang sangat banyak,” cetusnya.

Dispendik Jatim, masih kata dia, menargetkan seluruh ijazah yang masih tertahan di sekolah dapat didistribusikan paling lambat akhir April 2025. Langkah ini menunjukan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat proses administrasi pendidikan, dan memberikan kemudahan bagi para lulusan. Untuk memastikan target tersebut tercapai, program ini didesain agar mudah dijangkau oleh siswa. Bahkan, tanpa persyaratan khusus. “Hanya perlu bawa tanda pengenal, bisa KTP, KK, atau mungkin SKL,” ujarnya.

Untuk program ini, Arief meminta pihak sekolah proaktif. Semua sekolah diinstruksikan melakukan jemput bola dengan mengantarkan ijazah langsung ke rumah siswa. “Tidak ada biaya, tanggungan biaya tidak boleh jadi alasan sekolah menahan ijazah. Jika murid mau mencicil silakan, tapi ditegaskan lagi ijazah tidak boleh ditahan,” tegasnya.

Intruksi penyerahan ijazah ini, mulai dilaksanakan oleh SMA dan SMK di Babupaten Banyuwangi. Berkas penting sebagai bukti kelulusan milik siswa yang tertahan sejak tahun 2000 itu, sekarang bisa diambil tanpa biaya dan persyaratan yang ribet. Salah satunya di SMAN 1 Genteng.

Di sekolah ini, sudah mulai banyak siswa yang datang untuk mengambil ijazahnya yang sempat tertahan di sekolah. “Ada sejumlah siswa lulusan 2021 yang sudah mengambil, ada juga lulusan lama yang kami antarkan ke rumahnya,” kata Kepala SMAN 1 Genteng, Minarto.(sas/abi) 

 

Editor : Agus Baihaqi
#ijazah #pendidikan #dispendik #JawaTimur #SMK #dinas pendidikan #sekolah #dinas pendidikan jawa timur #pekerjaan #SMA 1