Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nenek 80 Tahun Jadi Korban Gendam, Dua Gelang Emas Senilai Rp 8 Juta Hasil Jualan Nasi Pecel Melayang

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 15 April 2025 | 17:37 WIB
MALANG: Saonah mengisahkan saat digendam pelaku pada Kanit Reskrim Polsek Genteng Ipda Sujarwadi (kanan) dan anggota di rumahnya Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng Senin (14/4)
MALANG: Saonah mengisahkan saat digendam pelaku pada Kanit Reskrim Polsek Genteng Ipda Sujarwadi (kanan) dan anggota di rumahnya Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng Senin (14/4)

RadarBanyuwangi.id - Nenek 80 tahun asal Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Saonah, menjadi korban gendam pada Minggu (13/4) pagi. Pelaku yang hanya sendirian, datang ke warung nasi pecel korban dengan berpura-pura sebagai pembeli.

Dalam aksinya itu, pelaku yang datang ke warung dengan menaiki sepeda motor Honda Vario dan sempat terekam CCTV saat melintas rumah warga, berhasil membawa kabur dua gelang dengan berat 8, 2 gram dan 9,8 gram. “Dua gelang itu belinya Rp 8 juta,” terang Saonah.

Saonah mengaku pelaku gendam itu beraksi pada Minggu. Tapi, baru bisa lapor ke Polsek Genteng pada Senin (14/4) karena tidak bisa pergi jauh. “Yang ke kantor polisi untuk lapor itu keponakan saya,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Saonah, aksi pencurian gelang emas miliknya dengan cara gendam itu bermula saat warungnya kedatangan seorang pemuda yang umurnya sekitar 30 tahun. Pemuda itu ingin membeli nasi pecel. Untuk ke warung yang juga rumahnya itu, harus melewati jalan gang kecil di belakang kampus Unmuh Jember Cabang Genteng. “Datangnya masih pagi, sekitar jam 08.40 sudah sampai dan pesan kopi,” ungkapnya.

Saat berada di warungnya itu, jelas dia, pelaku mendekati dan ingin memijatnya. Saat itu, orang misterius itu mengaku kasihan melihat jalannya membungkuk. “Orang itu bilang pingin memijat saya,” cetusnya.

Tanpa ada rasa curiga, Saonah menurut dipijat oleh orang yang tidak dikenal itu. Malahan, pemuda itu dikira orang yang baik hati. Saat memijat itu, pelaku itu memintanya duduk di lantai ruang tengah rumahnya dan merentangkan tangan sambil memegang dua gelas. “Pelakunya ambil gelas, saya disuruh megang gelas itu sambil merentangkan tangan,” jelasnya.

Pelaku rupanya mulai beraksi. Nenek itu diminta melepaskan kedua gelang emasnya. Oleh pelaku, gelang itu ditaruh di atas meja warungnya. “Saya sempat menolak, tapi katanya nanti dipasang lagi, lalu saya dipijit pakai minyak goreng,” tandasnya.

Tak lama, masih kata nenek itu, pelaku pamit dan pergi lewat gang ke arah timur dengan naik motor Honda Vario. Selang beberapa menit, korban sadar jika gelang emas miliknya raib dibawa pelaku. “Saya sadar langsung lemas dan cerita ke tetangga,” terangnya.

Saonah menyebut, dua gelang emas yang beratnya masing-masing 8.2 gram dan 9.8 gram itu dibeli dari kesabarannya menabung uang hasil jualan nasi pecel. “Saya beli pakai uang sendiri, ini hasil jualan nasi pecel,” ucapnya seraya berharap pelaku segera ditangkap.

Para tetangga yang mengetahui nenek ini kemalingan, mereka langsung berdatangan. Salah satu tetangga berinisiatif melihat rekaman CCTV di halaman rumahnya. “Yang datang ke saya (pelaku) yang ada di CCTV itu. Dia datang dari timur, pulangnya ke timur lagi,” katanya.

Kani Rreskrim Polsek Genteng, Ipda Sujarwadi mengaku sudah mendapat laporan dari korban. “Kami sudah minta keterangan korban, saksi, dan mendatangi lokasi kejadian di rumah korban. “Kita lakukan penyelidikan,” katanya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#emas #nasi pecel #pelaku #pemuda #pelaku gendam #sepeda motor #gendam #cctv #warung #korban gendam #honda vario #gelang emas