RadarBanyuwangi.id – Di sekitar Pantai Muncar, terutama di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, dikenal penghasil ikan dan banyak pabrik ikan. Tapi, sejumlah jalan yang ada di daerah itu rusak berat karena sering dilewati kendaraan berat yang mengangkut ikan.
Jalan aspal itu dibangun pada awal 1990-an, dan hingga kini belum pernah ada perbaikan. Akibatnya, disana-sini banyak yang berlubang dan membahayakan. Dan itu, membuat warga yang tinggal di perkampungan nelayan itu marah. “Jalannya rusak, tidak pernah diperbaiki,” cetus tokoh masyarakat Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Mawardi.
Puluhan warga dari Kalimati, Dusun Sampangan, dan Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar menggelar aksi damai dengan menutup jalan. Mereka ada yang menanami pohon pisang, Minggu (13/4). “Jalan sudah puluhan tahun rusak,” katanya.
Gara-gara aksi warga yang menutup jalan itu, kendaraan roda enam keatas yang mengangkut ikan kesulitan untuk lewat. Padahal jalan yang dibuat untuk aksi warga itu, termasuk akses utama kendaraan pabrik. “Mereka harus berputar karena tidak bisa melewati Jalan Brawijaya,” cetusnya.
Aksi yang dilakukan warga itu, lanjut dia, meminta pemerintah untuk peduli dengan jalan yang ada di daerahnya. Muncar sebagai penghasil ikan dan memasuk pendapatan yang tinggi pada daerah, selama ini kurang diperharikan. “Pabrik juga harus membantu memperbaiki jalan yang rusak ini,” tuntutnya.
Aksi yang digelar warga ini, jelas dia, aksi damai awal dari masyarakat yang resah karena jalannya rusak. Jika protes ini tidak mendapatkan respon, warga akan menggelar aksi lagi dengan jumlah lebiuh besar. “Jika seminggu belum direspon, jalan akan kami tutup total,” ancamnya.
Mawardi menyebut, Jalan Brawijaya di Desa Kedungrejo yang rusak ini masuk tiga dusun dan termasuk kawasan pabrik. Dan daerah itu salah satu penghasil pajak daerah terbesar di Banyuwangi. Tapi, jalan di kawasan industri banyak yang berlubang dan sulit untuk dilewati. “Jalan itu terkahir diperbaiki tahun 1995,” tuturnya.
Aksi warga ini, lanjut dia, karena di jalan itu sering terjadi kecelakaan. Malahan, saat warga sedang aksi ini ada abang becak yang membawa ikan terpeleset dan jatuh. “Sudah banyak korbannya,” terang koordinator aksi, Suparman.
Kepala Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Ahmad Zaiho, mengormati dan menghargai harapan dari masyarakat. Sebab, warganya juga berhak menggunakan jalan yang bagus. “Semoga harapan mereka segera terealisasi,” katanya.(cw3/abi)
Editor : Agus Baihaqi