Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pencari Rongsokan Sering Temukan Perempuan Asli dan Jadi-jadian Nongkrong di Kolong Jembatan Setail Genteng

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 13 April 2025 | 01:00 WIB
Jembatan yang menghubungkan Desa Genteng Kulon dan Desa Setail, Kecamatan Genteng sering dibuat praktik prostitusi liar. (Salis Ali/Radar Genteng)
Jembatan yang menghubungkan Desa Genteng Kulon dan Desa Setail, Kecamatan Genteng sering dibuat praktik prostitusi liar. (Salis Ali/Radar Genteng)

RADARBANYUWANGI.ID - Praktik esek-esek di kolong jembatan yang menghubungkan Desa Genteng Kulon dan Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, sudah lama terdengar.

Polisi mengklaim kerap melakukan patroli. Namun, para pelakunya bandel dan terus beroperasi di lokasi yang minim penerangan tersebut, Jumat (11/4).

Kanit Reskrim Polsek Genteng, Ipda Sujarwadi mengatakan, anggota kerap melakukan patroli di daerah sekitar jembatan besar itu.

Saat memeriksa lokasi, jarang menemukan pekerja s*ks k*mersial (PSK).

“Kami kerap datangi lokasi tersebut, jarang menemui pelaku-pelakunya,” katanya.

Sujarwadi menduga saat ini jumlah PSK yang mangkal di bawah jembatan itu sudah tidak sebanyak dulu.

Para PSK itu, bisa melayani pengunjung warung kopi atau café di lokasi tersebut.

“Informasi yang kami dapat jumlahnya sekarang tidak banyak,” tandasnya.

Setelah kejadian ini, Sujarwadi berjanji akan memperketat aktivitas yang dilakukan di sekitar bawah jembatan tersebut dengan meningkatkan patroli.

“Kami akan beri pengertian, karena lokasi ini juga berbahaya, dari kolong jembatan ke dasar sungai sangat tinggi,” paparnya.

Di sekitar jembatan itu, masih kata dia, sangat minim penerangan.

Baca Juga: Hadapi Putaran Nasional Liga 4 Musim 2024/2025, 3 Tim Asal Jatim Berstatus Musafir

Ia berharap pihak terkait bisa memasang penerangan agar para pelaku bisnis tidak nyaman.

“Lokasi itu sangat kurang penerangannya, mungkin jika penerangannya (lampu) banyak bisa mengurangi aktivitas malam di sana,” usulnya.

Salah satu orang yang kerap berada di lokasi tersebut, AS, 73, mengatakan jika setiap malam melihat ada aktivitas esek-esek di kolong jembatan tersebut.

“Saya sering naruh rongsokan di sini (bawah jembatan). Memang banyak di sini, ada yang perempuan asli dan ada juga yang wandu,” ucapnya.

Wandu adalah istilah untuk perempuan jadi-jadian alias waria. (sas/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#kolong jembatan #Sungai Setail #jembatan #perempuan #psk #waria #Minim Penerangan #genteng #warung kopi