RADARBANYUWANGI.ID – Perempuan paro baya ditemukan warga tewas di dasar jembatan Sungai Setail, Dusun Krajan, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jumat (11/04) sekitar pukul 03.30.
Korban yang ditengarai pekerja seks komersial (PSK) itu, diduga jatuh dari jembatan dengan ketinggian sekitar 15 meter.
Saat ditemukan, WR masih dalam hidup. Perempuan itu sempat ditolong oleh salah satu temannya, Hariyono, 50, dan dibaringkan di kursi panjang yang ada di sekitar sungai.
“Informasi yang kami dapat, korban ini terpeleset di bibir sungai. Setelah diselamatkan salah satu temannya, dibawa ke atas dan dibaringkan di kursi,” kata Kanit Reskrim Polsek Genteng, Ipda Sujarwadi.
Tidak lama setelah dibaringkan di kursi, seorang pemilik warung, Sugiarti, 56, mengecek denyut nadinya. Dan ternyata korban ini meninggal dunia.
“Salah satu rekan korban lapor ke polsek, perempuan itu dibawa ke ke rumah sakit untuk pemeriksaan,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan itu, jelas dia, korban dipastikan meninggal dunia dengan diagnosa sesak napas dan sejumlah luka di punggungnya.
Selain itu, lengan tangan kirinya juga patah yang diduga akibat jatuh dari jembatan.
“Luka dan lengannya yang patah itu karena jatuh dari ketinggian, korban jatuh di daerah bebatuan,” ungkapnya.
Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, lanjut Sujarwadi, korban ini dikenal PSK yang kesehariannya mangkal di sekitar jembatan.
Saat kejadian, diduga sedang menunggu tamu di kolong jembatan. “Diduga seorang PSK,” cetusnya.
Sebelum ditemukan jatuh itu, lanjut Sujarwadi, perempuan paro baya itu sempat mengeluh pusing dan mengonsumsi obat.
“Dugaan kami, karena pusing itu korban terpeleset hingga jatuh dari jembatan,” katanya.
Mantan Kanit Reskrim Polsek Kalibaru itu mengaku sudah bertemu dengan keluarga korban dan menerima kejadian itu sebagai musibah, mereka menolak dilakukan otopsi.
“Jenazah korban kita serahkan pada keluarganya untuk dikuburkan,” terangnya.
Salah satu saksi, Sugiarti mengatakan, saat kejadian sempat mendengar teriakan minta tolong dari dasar jembatan. Suara itu, teman korban yang berusaha minta bantuan untuk mengevakuasi korban dari dasar sungai.
“Ada beberapa orang yang membantu gendong, posisinya sudah lemas,” katanya.
Sugiarti menyebut, korban itu sebelumnya sempat menaruh tas di kursi warungnya. Saat jatuh dari jembatan, perempuan malang itu juga dibawa ke warungnya.
“Tas korban memang ditinggal di sini (warung),” cetusnya. (sas/abi)
Editor : Ali Sodiqin