RADAR BANYUWANGI – Ini menjadi peringatan bagi pemudik yang naik motor dan mobil akan melintasi Jalur Gumitir di Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.
Saat ini, di jalan pegunungan yang berkelok kelok itu sering turun hujan dan disertai kabut tebal, Jumat (28/3).
Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, di jalan berkelok itu arus lalu lintas semakin padat. Bersamaan dengan itu, setiap sore sering turun hujan.
“Saat patroli, pemudik yang kebetulan beristirahat kami imbau untuk hati-hati, dan tidak memaksakan diri,” kata Kanit Lantas Polsek Kalibaru, Aipda Aries Prasetyanto.
Menurut Aries, kabut kerap turun setelah hujan lebat terjadi. Hal itu dikhawatirkan bisa mengurangi jarak pandang pengguna jalan dan rawan kecelakaan.
“Tadi itu sejak siang sampai sore kabutnya sangat pekat, kemarin juga sama,” ujarnya.
Hal yang sama disampaikan koordinator relawan Gumitir, Wiji Haryanto.
Menurut pria asli Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru ini, akibat kabut dan hujan yang turun itu banyak pengguna jalan yang menepi.
“Banyak yang berteduh dulu, karena jalurnya tidak terlihat, mereka menepi dulu, baru saat jarak pandang terbuka melanjutkan perjalanan lagi,” paparnya.
Menurut Wiji, arus lalu lintas di Jalur Gumitir mengalami kepadatan sejak Kamis (27/3) lalu.
Kendaraan yang melintas didominasi kendaraan pribadi dari arah timur.
“Prediksi saya itu dari Bali yang mudik. Karena berbarengan nyepi besok. Sejak kemarin sudah banyak yang melintas,” tandasnya.
Untuk kemarin (28/3), jelas dia, kendaraan yang melintas di Jalur Gumitir banyak yang berasal dari arah Jember ke Banyuwangi.
Selain itu, tak jarang juga kendaraan besar masih memenuhi jalan sehingga menambah kepadatan.
“Untuk kendaraan besar, masih banyak yan melintas,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Ali Sodiqin