RADAR BANYUWANGI - Memasuki H-7 Lebaran, arus lalu lintas di jalur Gunung Gumitir Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, sudah semakin meningkat, Senin (24/3).
Meski belum membeludak, sejumlah pemudik sudah mulai tampak bersliweran di jalur berkelok perbatasan Banyuwangi dan Jember itu.
Sejak Sabtu (22/3) malam, peningkatan volume kendaraan di Jalur Gumitir tercatat mencapai 30 persen.
Kendaraan roda dua dan mobil pribadi, mulai mendominasi di jalan utama jurusan Banyuwangi-Jember itu.
“Kami sudah mulai melakukan patroli, pagi tadi anggota juga melakukan pemantauan dan standby di Jalur Gumitir,” kata Kanit Lantas Polsek Kalibaru, Aipda Aries Prasetyanto.
Sama seperti sehari sebelumnya, Aries menyebut lonjakan kendaraan yang melintas di Jalur Gumitir rata-rata dari arah Bali. Mereka bergerak dengan keluar dari Banyuwangi.
“Tapi ada juga yang masuk ke Banyuwangi, masih sedikit dan belum kelihatan masif,” kata polisi asal Kecamatan Genteng tersebut.
Menurut Aries, pemudik dianjurkan untuk tidak memaksakan diri, dan segera beristirahat bila mulai mengantuk. Ada sejumlah lokasi yang biasa digunakan sebagai rest area.
“Ada Kafe Gumitir, itu masuk wilayah Jember. Di wilayah Banyuwangi bisa juga di sekitar Patung Gandrung,” katanya.
Aries menyebut, banyak pemudik memilih untuk beristirahat di sekitar Patung Gandrung lantaran dekat dengan pedagang makanan ringan.
“Lokasinya juga rindang, dan banyak penjual makanan, sehingga lokasi itu paling banyak dibuat orang beristirahat,” sebutnya.
Selain itu, lanjut dia, pemudik juga bisa istirahat di pos yang ada di jembatan timbang dan pos pengamanan mudik resmi dari kepolisian di dekat wisata Rumah Serangga, masuk Desa Kalibaru Kulon.
“Yang resmi ada di pos pengamanan mudik, di sana juga petugas medis yang siap membantu pemudik ketika mengalami gangguan medis,” ucapnya.
Meski tampak lengang, jalur utama lintas selatan yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi dan Jember itu masih berpotensi macet menjelang Lebaran 2025.
“Kepadatan sering terjadi saat sore,” tandasnya.(sas/abi)
Editor : Ali Sodiqin