Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jasad Pemancing di Pulau Kembar Ditemukan Mengapung di Perairan Rajegwesi Pesanggaran Banyuwangi

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 19 Maret 2025 | 19:35 WIB
Proses evakuasi jenazah Iwan Krisdianto yang terseret ombak di Perairan Rajegwesi, Desa Sarongan, Pesanggaran, Selasa (18/3).
Proses evakuasi jenazah Iwan Krisdianto yang terseret ombak di Perairan Rajegwesi, Desa Sarongan, Pesanggaran, Selasa (18/3).

RADAR BANYUWANGI - Upaya pencarian seorang pemancing, Iwan Krisdianto, 35, yang terseret ombak di Perairan Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, pada Sabtu (14/3) malam, akhirnya membuahkan hasil.

Korban yang berasal dari Dusun Krajan, Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, itu ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, Selasa (18/3) sekitar pukul 06.00.

Jenazah pemancing ini kali pertama ditemukan oleh seorang nelayan yang tengah ikut melakukan pencarian korban bersama tim SAR.

“Kami dapat laporan dari nelayan, korban ditemukan sekitar pukul 06.00, tim SAR langsung ke lokasi tersebut,” kata Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setya Budi.

Menurut Wahyu, jenazah Iwan Krisdianto ditemukan nelayan mengapung di laut yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian kecelakaan di sekitar pinggiran tebing Pulau Kembar daerah Pantai Rajegwesi.

“Korban sudah beberapa hari berada di laut, kondisinya juga sudah mulai bengkak, jenazah langsung kita evakuasi,” ujarnya.

Dalam evakuasi itu, lanjut dia, jenazah korban dimasukkan ke kantong mayat dan dibawa ke bibir Pantai Rajegwesi.

Jenazah tersebut, kemudian dilarikan ke Puskesmas Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran untuk dilakukan pemeriksaan.

“Dibawa ke Puskesmas menggunakan ambulans, selanjutnya diantar ke rumahnya,” cetusnya.

Kapolsek Pesanggaran, AKP Lita Kurniawan menyampaikan pihak keluarga menolak jenazah korban diotopsi, dan meminta dikirim ke rumahnya untuk dimakamkan.

“Dari hasil pemeriksaan petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan,” terangnya.

Kecelakaan laut yang menimpa pemancing dan nelayan, terang Kapolske, sudah sering terjadi.

Ia meminta para penghobi mancing dan nelayan untuk selalu berhati-hati, terutama saat ombak sedang tinggi.

“Diimbau agar pemancing yang biasa cari spot di tebing berhati-hati, apalagi saat ombak tinggi seperti saat ini, ingat ada keluarga yang menunggu,” katanya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, nasib malang menimpa seorang pemancing asal Dusun Krajan, Desa Yosomulyo  Kecamatan Gambiran, Iwan Krisdianto, 35.

Pria yang sedang memancing di pinggiran tebing Pulau Kembar, Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, terseret ombak dan hilang, Minggu (16/3).

Korban yang telah dinyatakan hilang itu memancing ke Laut Selatan bersama empat temannya, Oki S, 30; Nurwahid, 47; Didik, 48, dan Sulistiyanto, 43, semuanya warga Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran.

“Korban masih dalam pencarian,” terang Kapolsek Pesanggaran, Iptu Lita Kurniawan.

Menurut Kapolsek, kejadian nahas itu bermula saat rombongan pemancing asal Kecamatan Gambiran itu berangkat dari rumahnya pada Sabtu (15/3) sekitar pukul 13.00.

Mereka tiba di Pantai Rajegwesi sekitar pukul 15.00. Mereka berangkat ke lokasi memancing di pinggiran tebing Pulau Kembar menggunakan perahu milik Doni, 45, nelayan sekitar pada pukul 16.00.

“Jarak dari Pantai Rajegwesi ke lokasi mincing sekitar 10 kilometer,” ungkapnya.(sas/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#rajegwesi #pesanggaran #hilang #meninggal dunia #pemancing #banyuwangi