Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

TIM SAR Sisir Lokasi Korban Hilang, Cari Pemancing asal Yosomulyo yang Hilang di Perairan Rajegwesi

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 18 Maret 2025 | 15:59 WIB
PENYISIRAN: Tim SAR koordinasi untuk melakukan pencarian pemancing asal Dusun Krajan, Desa Yosomulyo  Kecamatan Gambiran Iwan Krisdianto  yang terseret ombak di Perairan Rajegwesi, Desa Sarongan, Keca
PENYISIRAN: Tim SAR koordinasi untuk melakukan pencarian pemancing asal Dusun Krajan, Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran Iwan Krisdianto yang terseret ombak di Perairan Rajegwesi, Desa Sarongan, Keca

RadarBanyuwangi.id – Upaya pencarian seorang pemancing asal Dusun Krajan, Desa Yosomulyo  Kecamatan Gambiran, Iwan Krisdianto, 35, yang terseret ombak di Perairan Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, sejak Sabtu (14/3) malam, masih belum membuahkan hasil, Senin (17/3).

Pada pencarian hari kedua Senin (17/2), Tim SAR Gabungan dari unsur Basarnas, TNI AL, Polairud, Polsek Pesanggaran, dan nelayan masih belum berhasil menemukan pria yang memancing dengan empat kawannya itu. “Pencarian hari ini masih nihil,” kata Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setya Budi.

Menurut Wahyu, timnya yang berjumlah 16 personel melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di jarak dua nautika mil (Nm) atau sekitar empat kilo meter ke arah barat dekat lokasi kejadian kecelakaan (LKK). “Ini sekitar enam Nm dari bibir Pantai Rajegwesi,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan arah gelombang Laut Selatan yang cenderung mengarah ke barat, terang dia, diprediksi  korban berada di sekitar dua Nm dari LKK. “Kita sisir dua Nm dari LKK. Dengan besar ombak seperti ini prediksi kami korban berada di jarak tersebut,” katanya.

Wahyu mengatakan, pencarian tersebut sempat terhalang ombak besar yang menerjang wilayah Pantai Rajegwesi. Terlebih tim menggunakan perahu karet saja. “Hambatannya masih di ombak, meski di Pantai Selatan ini tergolong normal, tapi upaya kita terhambat akibat ombak,” katanya seraya menyebut pencarian dibantu menggunakan sejumlah perahu nelayan.

Sesuai standar operasional prosedur (SOP), lanjut dia, pencarian itu akan dilakukan selama tujuh hari. Jika korban tidak kunjung ketemu, Basarnas akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk pencarian lanjutan. “SOP kita tetap tujuh hari, tapi setelah itu akan kita sampaikan ke keluarga seperti apa kelanjutannya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Nasib malang menimpa seorang pemancing asal Dusun Krajan, Desa Yosomulyo  Kecamatan Gambiran, Iwan Krisdianto, 35. Pria yang sedang memancing di pinggiran tebing Pulau Kembar, Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, terseret ombak dan hilang, Minggu (16/3).

Korban yang telah dinyatakan hilang itu memancing ke Laut Selatan bersama empat temannya, Oki S, 30; Nurwahid, 47; Didik, 48, dan Sulistiyanto, 43, semuanya warga Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. “Korban masih dalam pencarian,” terang Kapolsek Pesanggaran, Iptu Lita Kurniawan.

Menurut Kapolsek, kejadian nahas itu bermula saat rombongan pemancing asal Kecamatan Gambiran itu berangkat dari rumahnya pada Sabtu (15/3) sekitar pukul 13.00. Mereka tiba di Pantai Rajegwesi sekitar pukul 15.00. Mereka berangkat ke lokasi memancing di pinggiran tebing Pulau Kembar menggunakan perahu milik Doni, 45, nelayan sekitar pada pukul 16.00. “Jarak dari Pantai Rajegwesi ke lokasi mincing sekitar 10 kilometer,” ungkapnya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#operasional #pulau #tim sar #perairan #korban hilang #tni al #laut selatan #Polairud #sop #ombak #kecelakaan #nelayan #Polsek Pesanggaran #pantai selatan #lokasi #pemancing #kecelakaan laut #basarnas