Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Selama Bulan Ramadan Penjualan Buah Turun Drastis, Para Penjual Resah dan Pendapatannya Menurun

Zamrozi Wahyu • Senin, 17 Maret 2025 | 15:51 WIB
BERHARAP: Salah satu enjual buah di pinggir jalan Dusun Krajan Wetan, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono menata buah yang akan dijual Minggu (16\3).
BERHARAP: Salah satu enjual buah di pinggir jalan Dusun Krajan Wetan, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono menata buah yang akan dijual Minggu (16\3).

RadarBanyuwangi.id Selama Ramadan biasanya penjualan buah akan naik. Tapi untuk masa puasa kali ini tidak. Para penjual buah banyak yang resah karena pendapatannya menurun.

Pada Ramadan 2024, omzet para penjual buah bisa mencapai Rp 2 juta hingga Rp 4 juta dalam sehari. Tapi tahun ini, sampai pertengahan puasa pendapatannya paling banyak hanya Rp 500 ribu per hari. “Puasa tahun ini omzet turun dibanding tahun lalu,” kata salah satu penjual buah di pinggir jalan raya rono, Zamroni, 45, asal Dusun Krajan, Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi.

Zamroni mengaku pada Ramadan kali ini hanya membuka lapak mulai pukul 14.00 sampai pukul 22.00. Ini beda saat puasa setahun lalu buka mulai pukul 08.00 hingga pukul 22.00. “Beberapa hari ini, hanya dapat untung Rp 40 ribu hingga Rp 100 ribu,” ungkapnya.

Buah yang dijual, lanjut dia, awalnya bagus-bagus. Tapi karena lama tidak laku kualitasnya juga menurun. Durian dan blewah, seharusnya laku keras karena cocok digunakan untuk hidangan berbuka puasa. “Ini sampai menguning kulit buahnya,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkanpenjul buah lainnya Suratno, 51. Ia tidak mengetahui kenapa jualan buah yang biasanya laku keras saat Ramadan, kini berubah drastis. Bila puasa kali ini sering turun hujan, itu juga tidak terlalu berpengaruh pada penjualan buah. “Kemungkinan ekonomi masyarakat yang menurun,” terangnya.

Padahal saat ini, jelas dia, libur puasa bersamaan dengan Nyepi. Seharusnya jualan buah-buahan di tepi jalan raya bisa laku keras. “Saat puasa itu, yang paling banyak beli itu pemudik,” terangnya.

Suratno berharap, jika saat ini masih sepi pembeli, mendekati hari raya ada peningkatan. Sehingga jika rugi saat berjualan tidak terlalu banyak. “Semoga buah-buahan laku keras mendekati Lebaran,” pungkasnya.(cw3/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Lapak #nyepi #penjualan #blewah #buah #puasa #bulan ramadan #hari raya #hidangan #durian #buka puasa