Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Putus Cinta, Pemuda Asal Dusun Donosuko, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi Nekat Bunuh Diri

Zamrozi Wahyu • Jumat, 14 Maret 2025 | 15:55 WIB
BERCERITA: Kapolsek Rogojampi AKP Imron (kiri) bersama anggota saat menemui ayah korban Imam Sujono (kanan) yang didampingi kepala Desa Badean Gonim pada Rabu (12\3).
BERCERITA: Kapolsek Rogojampi AKP Imron (kiri) bersama anggota saat menemui ayah korban Imam Sujono (kanan) yang didampingi kepala Desa Badean Gonim pada Rabu (12\3).

RadarBanyuwangi.id – Diduga gara-gara putus cinta, seorang pemuda Nah Habibi, 31, asal Dusun Donosuko, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, nekat bunuh diri pada Selasa (11/3) malam dengan cara menusukkan senjata tajam (sajam) jenis belati ke perut bagian ulu hatinya.

Korban yang terluka parah, oleh keluarganya sempat dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Rogojampi. Karena kondisinya kritis, akhirnya dirujuk ke RSUD Blambangan. “Diduga kuat sengaja bunuh diri,” terang Kanit Reskrim Polsek Rogojampi, Iptu Gatot Suryawan.

Menurut Gatot, kematian Habibi yang membuat warga sekitar geger, itu terjadi sekitar pukul 19.00. Saat itu, para tetangga korban akan berangkat salat tarawih. “Kejadian di rumah orang tuanya,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (13/3).

Saat korban ini akan bunuh diri, sempat dipergoki ayah kandungnya Imam Sujono. Malahan, ayahnya sempat mencegah anaknya berbuat nekat. “Belati yang dipegang korban tiba-tiba menancap di perut dan mengenai ulu hati korban, belati itu dicabut oleh ayahnya,” terangnya.

Dengan luka cukup serius dan darah terus bercucuran, korban oleh keluarganya dilarikan ke bidan terdekat, dan dirujuk ke RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi. “Saat dibawa ke rumah sakit, darah segar terus mengalir dari perut korban,” cetusnya.

Karena keterbatasan alat medis, jelas Gatot, korban akhirnya dirujuk RSUD Blambangan, Banyuwangi. Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit terbesar di Banyuwangi itu. Tapi pada Rabu (12/3) sekitar pukul 08.00, nyawa korban tidak tertolong. “Korban mengalami luka parah akibat tusukan di bagian organ vitalnya,” terangnya.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Pihak keluarga korban sudah mengiklaskan dan menerima kematian korban. “Korban depresi karena putus cinta,” cetusnya.(cw3/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#putus cinta #polsek #pemuda #ulu hati #rsud blambangan #Sajam #bunuh diri #Senjata Tajam #rumah sakit #Reskrim #RS PKU Muhammadiyah