RadarBanyuwangi.id – Nasib tragis menimpa penderes nira kelapa, Mujiono, 44. Pria asal Dusun Karangharjo, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, itu ditemukan meninggal dunia usai jatuh dari pohon kelapa yang disadapnya di area PTPN XII Afdeling Bendokerep, Desa Temuasri, Rabu (12/3) sekitar pukul 10.50.
Korban kali pertama ditemukan oleh rekannya sesama penderes, Erwin, 45, warga Dusun Awu-Awu, Desa Temuasri. Saat ditemukan, korban ini sudah meninggal. “Saat ditemukan sudah tidak bergerak, diduga sudah meninggal dunia,” kata Kapolsek Sempu, AKP Nanang Wardhana.
Menurut Nanang, Erwin dan Mujiono berangkat ke kebun kelapa untuk menderes nira bersama. Keduanya tiba di perkebunan sekitar pukul 08.00. Selanjutnya berpisah untuk menderes di wilayahnya masing-masing. “Sekitar pukul 10.50, Erwin kembali ke lokasi awal, melihat Mujiono sudah tergeletak,” ujarnya.
Melihat Mujiono sudah tidak bergerak, terang Kapolsek, Erwin mengabari kakak korban, Suyanto, 55. Hanya hitungan detik, korban yang jatuh dari pohon kelapa ini menyebar dan warga berdatangan. “Keluarganya datang, anggota juga datang,” tuturnya.
Kapolsek mengaku bdatang ke lokasi bersama pemerintah desa (Pemdes) Temuasri, dan tenaga medis dari Puskesmas Karangsari, Kecamatan Sempu. “Petugas medis melakukan pemeriksaan, tidak lama korban ditandu ke ambulans untuk dibawa ke rumah duka,” tuturnya.
Dari hasil pemeriksaan petugas medis, lanjut dia, diketahui kondisi tubuh Mujiono dalam keadaan normal dan hanya ada goresan di kaki kiri. “Selain itu, juga ditemukan luka goresan di tangan kiri dan luka lebam di sekitar hidung kiri,” ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan petugas medis itu, lanjut dia, diduga korban jatuh dari pohon kelapa saat bekerja, bukan penganiayaan dari orang lain. “Diduga korban ini duduk dipelepah pohon kelapa yang rapuh, jatuh, dan meninggal,” katanya.
Kedatangan korban ke rumahnya, disambut tangisan histeris oleh keluarganya. Tapi, mereka menyatakan menerima akan kejadian itu sebagai musibah, dan tidak berkenan dilakukan otopsi. “Sekitar pukul 14.00 korban dimakamkan di TPU setempat,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi