RADAR BANYUWANGI – Ramadan sudah memasuki minggu kedua, namun bisnis ternak, terlebih kambing masih belum juga pulih sepenuhnya.
Ini tergambar saat pasaran hewan yang khusus menjual kambing setiap Selasa di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Selasa (11/3).
Di pasar hewan itu, pedagang ramai-ramai membawa pulang kambing dagangannya lantaran sepi pembeli. Orang yang datang ke pasar itu, rupaya masih sesama pedagang dan sedikit yang pembeli.
“Dibawa pulang lagi Mase, tidak ada pembelinya,” kata salah satu pedagang yang balik kanan usai melihat kondisi pasar sepi pembeli.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, pedagang kambing yang balik kucing itu, tidak hanya satu orang saja, tapi sebagian besar dengan alasan sepi pembeli dan masih rendahnya harga jual.
“Harganya masih murah, daripada jual harga murah ke pedagang lain, mending dibawa pulang saja,” kata pedagang kambing lainnya, Supriadi, 45, warga Desa/Kecamatan Sempu.
Menurut Supriadi, mending menunda menguangkan kambingnya selama seminggu ke depan untuk menunggu harga terkerek.
“Eman-eman (sayang) kalau lakunya cuma Rp 2 juta sampai Rp 2.5 juta. Siapa tahu minggu depan sudah ada kenaikan,” katanya.
Minimnya pedagang dan harga yang murah, dibenarkan oleh Koordinator Pasar Hewan Genteng Wetan, Agus Cahyono.
Menurutnya, kondisi Pasar Hewan Desa Genteng Wetan memang sepi. Bahkan, jumlah kambing yang dibawa pedagang tidak menyentuh angka 100 ekor.
“Catatan saya sekitar 90 ekor kambing yang dibawa pedagang,” ucapnya.
Terkait banyak pedagang yang balik kucing, Agus mengungkap banyak pedagang yang pulang lantaran tidak ada pembeli dari luar Banyuwangi. Itu sudah biasa ketika bulan puasa.
“Yang dari luar Banyuwangi tidak ada yang datang, biasanya pedagang bisa menjual harga sedikit lebih mahal kalau ke orang luar,” ungkapnya.
Agus menyebut, pembeli yang datang ke pasar dari luar daerah biasanya pengusaha kuliner yang menjadikan kambing sebagai salah satu menunya.
Ketika puasa, kemungkinan jumlah penjualannya menurun dan itu memengaruhi daya beli di pasar.
“Karena puasa, biasanya daya beli makanan seperti sate itu turun, jadi banyak pengusaha kuliner yang tidak datang,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Ali Sodiqin