Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Awal Puasa, Distribusi MBG Libur, Sejumlah Opsi Operasional Disiapkan

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 28 Februari 2025 | 15:49 WIB
SEMRINGAH: Siswa MI Salafiyah, Desa/Kecamatan Sempu semringah membawa paket MBG pada Rabu (26/2).
SEMRINGAH: Siswa MI Salafiyah, Desa/Kecamatan Sempu semringah membawa paket MBG pada Rabu (26/2).

RadarBanyuwangi.id - Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sempu dan Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, tampaknya harus mandek sementara.

Sejak Kamis (27/2), distribusi 1.327 porsi makanan untuk siswa di delapan sekolah itu libur lantaran  memasuki awal Ramadan.

Asisten Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Didik Prasetyo mengungkapkan, dapur umum dari Badan Gizi Nasional (BGN) itu akan libur memasak menyusul jadwal libur sekolah sampai Kamis (6/3) mendatang.

“Libur dulu, karena sekolah juga libur,” katanya.

Pada Jawa Pos Radar Genteng, Didik mengaku masih belum mengetahui kapan distribusi MBG itu kembali dilaksanakan. Pasalnya, umat Muslim memasuki bulan puasa.

“Untuk bulan puasa besok kami juga masih belum tahu, lanjut atau diliburkan sementara, dan lanjut lagi setelah Lebaran,” ucapnya.

Didik mengungkapkan, banyak opsi yang tengah digodok oleh stakeholder program tersebut, menyusul bulan puasa ini. Selain opsi libur, salah satu kemungkinan perubahan menu makanan.

“Ada kemungkinan menu makanan diubah menjadi makanan yang bisa dibawa pulang (tidak gampang basi),” terangnya.

Teknis dalam operasional program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut, sejauh ini masih diraba-raba. Ia menjelaskan, proses persiapan bahan di dapur dimulai pukul 20.00.

“Nanti jam 02.00 kita mulai hidupkan kompor, diawali memasak nasi,” tandasnya.

Menu yang diberikan juga dibuat berbeda-beda dari satu dapur ke dapur lainnya. Itu untuk mengatur pasokan bahan makanan tetap aman dan tidak basi.

“Kalau dapur sini proteinnya pakai telur, dapur lain berarti ayam, dapur lainnya bisa saja daging, seperti itu,” cetusnya.

Salah satu guru MI Salafiyah, Desa Sempu, Avivah mengaku akan manut pelaksana program tersebut. Jika nanti dilanjutkan, diharapkan menu makanan bisa awet lantaran siswa di sekolahnya mayoritas berpuasa.

“Siswa kami berpuasa, kalau bisa libur biar tidak basi. Tapi kalau ada perubahan menu, ya ngikut,” katanya.(sas/abi) 

 

Editor : Agus Baihaqi
#badan gizi nasional #operasional #BGN #bulan puasa #makan bergizi #Mbg #Dapur Umum #ramadhan