Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Butuh Material Tambahan, Usul Perbaikan Selalu Mental Perbaikan Jalan di Pinggir Sungai Sukamade Sarongan Banyuwangi

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 25 Februari 2025 | 16:17 WIB
JADI KOLAM: Warga melintas di salah satu titik jalan paling rusak di daerah hutan Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran Senin (24/2).
JADI KOLAM: Warga melintas di salah satu titik jalan paling rusak di daerah hutan Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran Senin (24/2).

RadarBanyuwangi.id - Perbaikan jalan di pinggir Sungai Sukamade, Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran yang ambrol hingga tidak bisa dilewati kendaraan roda empat akibat banjir, masih jauh dari kata sempurna, Senin (24/2). Sampai saat ini, jalur menuju daerah terpencil di Bumi Blambangan itu masih belum lancar dan perbaikan kekurangan material batu.

Untuk memperbaiki jalan bila turun hujan seperti kubangan lumpur itu, membutuhkan batu sekitar 120 kubik. Saat ini proyek perbaikan yang kebutuhannya dibiayai kebun itu, masih menggunakan sekitar 40 kubik sebagai uruk jalan. “Jalan yang belubang dan rawan longsor itu ditumpuk sertu. Sekarang taksiran kita masih 40 kubikan, kurang 80 (kubik),” kata Kepala Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Feri Nafaro.

Molornya perbaikan jalan utama menuju ke jalur wisata Sukamade dan perkampungan di tengah hutan itu, terang dia, selain karena hujan deras yang nyaris setiap hari turun, juga minimnya material. “Materialnya ini per kubiknya kena Rp 120 ribu, untuk mengangkut juga kesulitan karena masih sering hujan,” paparnya.

Menurut Feri, perbaikan jalan yang harus dilakukan dengan mengubah jalur Sungai Sukamade terlebih dahulu itu, sekarang juga sedang mandek. Meski begitu, kendaraan roda dua dan truk dengan muatan ringan masih bisa masuk. “Tapi ada titik-titik yang jalannya sangat dalam lubangnya, ketika hujan agak sulit dilewati,” katanya.

Feri mengungkap sampai saat ini Pemerintahan Desa Sarongan belum bisa menganggarkan untuk bantuan perbaikan jalan di kampungnya. “Setiap kali Mudes (musyawarah desa), selalu saya usulkan. Tapi mental, alasannya terkait wilayah kita masuk perkebunan,” ujarnya.

Makanya, lanjut dia, warga harus mau roan untuk perbaikan jalan yang jadi satu-satunya akses untuk keluar dan masuk kampung. “Warga kerja bakti ini, untuk biaya dari kebun, lalu untuk operator alat berat kami iuran. Sehari biayanya Rp 400 ribu,” tandasnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, cuaca buruk masih menjadi momok bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Hujan deras yang masih sering turun, menimbulkan banyak kerusakan hingga mengganggu kehidupannya.

Gethek penyebarangan putus dan Sungai Sukamade di daerah itu sering meluap. Yang terbaru, hujan yang sering turun dengan deras, jalan di pinggir sungai untuk kendaraan roda empat menuju ke Dusun Sukamade putus karena tergerus air sungai. “Jalan tanah di pinggir sungai ambrol, sekarang hanya bisa dilalui roda dua saja,” kata Kepala Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Feri Nafaro.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#banyuwngi #Sukamade #kubangan lumpur #daerah terpencil #wisata #jalur sungai #Sungai #hujan #Proyek #Perbaikan Jalan #musyawarah desa #kebun