Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasar Hewan Rogojampi Sepi, Pedagang dan Pembeli Malas ke Pasar Dampak Penyebaran Virus PMK

Redaksi • Kamis, 13 Februari 2025 | 15:19 WIB
IKUT SEPI: Sejumlah pedagang kambing terlihat menunggu pembeli di Pasar Hewan Rogojampi Rabu (12/2).
IKUT SEPI: Sejumlah pedagang kambing terlihat menunggu pembeli di Pasar Hewan Rogojampi Rabu (12/2).

RadarBanyuwangi.id – Merebaknya virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), ternyata tidak hanya berdampak pada pasar sapi. Pedagang kambing di Pasar Hewan Rogojampi juga gelisah karena minimnya pembeli, Rabu (12/2).

Tidak hanya sepi pembeli, jumlah pedagang juga berkurang dibanding hari biasanya. Sejak pagi, pasar hewan yang ada di Dusun Sidomulyo, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, tampak sepi. “Hari biasa biasanya ada sekitar 120 ekor kambing, hari ini hanya sekitar 70 ekor saja,” kata petugas Pasar Hewan Rogojampi, Eko, 45.

Untuk sapi, lanjut dia, hanya ada sekitar 25 ekor sampai 30 ekor sapi yang dibawa peternak dan pedagang di RTH Rogojampi tersebut. “Padahal saat hari normal, bisa mencapai 100 sampai 130 ekor sapi,” lanjutnya.

Eko menyebut, para pedagang, peternak sapi dan kambing banyak yang takut membawa hewannya ke pasar. Mereka khawatir akan tertular virus PMK. “Banyak yang datang hanya untuk melihat-lihat saja,” ujarnya.

Salah satu pedagang domba, Sofyan, 52, warga Dusun Cantuk Kidul, Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh mengatakan, pedagang domba merasa malas untuk datang ke pasar, karena pembelinya masih belum normal. “Saya bawa lima ekor yang laku cuma satu,” ujarnya.

Di wilayah Banyuwangi ini, kata Sofyan, jumlah kambingnya lebih banyak dari pada konsumen. Sehingga, jika pembeli kambing dari luar kabupaten tidak boleh masuk, maka penjualan kambing sangat susah. “Larangan tersebut membuat penjual malas pergi ke pasar, karena kambing lakunya sulit,” katanya.

Sofyan menyebut, harga kambing saat ini juga turun drastis. Jika biasanya harganya Rp 1.7 juta, saat ini hanya laku Rp 1.3 juta. “Terus penjual mau ambil harga di peternak berapa, kalau harga jualnya murah,” ungkapnya.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto, menyampaikan saat ini kasus PMK di Banyuwangi berjumlah 416 sapi yang terjangkit. 149 sapi kondisi masih sakit, 260 sapi sudah sembuh, dan tiga sapi yang sudah mati. “Serta ada empat sapi yang dipotong paksa, kalau kambing belum ada laporan terkena PMK,” cetusnya.(cw3/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#penyebaran virus #virus #pembeli #pmk #pasar hewan #dispertan #Pedagang #Dinas pertanian banyuwangi