RadarBanyuwangi.id – Aliran sungai di tengah hutan pinus, masuk RPH Purwodadi, Perhutani KPH Banyuwangi Barat, wilayah Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu ini menghebohkan warga. Kedung yang airnya dari sungai rembesan hutan itu berwarna biru.
Bendungan yang yang kini dikenal Kedung Biru itu, punyai vibes yang amat syahdu untuk sekadar melepas stress. Lokasi sungai yang belum diketahui pasti dari mana munculnya air berwarna biru itu, berada di perbatasan antara Dusun Purwodadi, Desa Temuguruh dengan Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. “Ini berpatasan, ke barat sedikit sudah masuk Desa Jambewangi,” kata salah satu warga setempat, M Bahrul, 33.
Bahrul yang rumahnya hanya berjarak 500 meter dari sungai tersebut menjelaskan, aliran Kedung Biru itu berasal dari rembesan pepohonan di hutan pinus. “Setahu saya ini dari rembesan pohon-pohon di sini, kemudian juga dari sumber air di atas,” katanya.
Kemungkinan itu diperkuat dengan debit air Kedung Biru yang selalu menyusut ketika musim kemarau. Hal ini sudah terjadi selama bertahun-tahun. “Kalau pas kemarau airnya susut, makanya dari dulu selalu dibendung biar bisa dipakai mandi,” cetusnya.
Yang menjadikan lokasi ini istimewa, terang dia, air sungai di bendungan dengan ukuran lima meter kali delapan meter itu, memiliki warna biru kehijau-hijauan. “Ini sudah ada sejak saya kecil, warnamya memang biru seperti ini. Sejak saya TK, mungkin 27 tahun lalulah,” ungkapnya.
Warna biru yang muncul itu, lanjut dia, belum diketahui dari mana munculnya. Mulanya, sempat dikira muncul karena lumut, tapi saat orang masuk ke kedung itu, tak terlihat dasar sungai itu berlumut. “Saat dipakai mandi, bahkan sampai lompat-lompat juga tidak keruh, airnya tetap jernih,” katanya.
Bahrul juga menyebut jika air di Kedung Biru itu sama sekali tidak memiliki aroma menyengat. Sehingga, itu menepis anggapan jika air berwarna biru ini karena tercemar. “Tidak gatal kok di badan, ya ini memang saking jernihnya air sampai berwarna seperti ini,” ucapnya seraya menyebut belum ada rencana dari warga sekitar untuk menjadikan objek wisata.
Berita ada Kedung Biru ini, sekarang telah menyebar. Setiap hari banyak orang yang datang untuk bersantai di lokasi tersebut. “Saya dari Sumberwadung (Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng). Tahu lokasi ini di media sosial, ini penasaran, saya datang bersama keluarga,” kata salah satu pengunjung, Nur Halimi, 29.
Halimi bersama keluarganya mengaku penasaran dengan air sungai berwarna biru yang muncul di sungai tersebut. “Saat saya lihat dan mandi di sini, ternyata memang benar, saya mengira awalnya editan di HP (handphone),” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi