RadarBanyuwangi.id - Sempat populer di era 90-an, Pantai Grajagan yang berlokasi di Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo kini sepi dari kunjungan. Setiap harinya, pantai yang terletak di kawasan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan tersebut, hanya dikunjungi nelayan dan pemancing ikan. Tempat wisata ini juga ramai ketika umat Hindu melakukan ritual.
Pantai Grajagan yang semakin sepi pengunjung, sebenarnya masih ada wisatawan yang datang, hanya saja, jumlahnya bisa dihitung dengan jari. “Di hari biasa, pengunjung yang datang berwisata hanya lima sampai 10 orang saja,” kata Elva, 21, penjaga loket wisata Pantai Grajagan.
Meski di hari libur, pengunjung di Pantai Grajagan berbeda jauh dari wisata yang lain, seperti Pulau Merah di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran dan Djawatan yang ada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Padahal, tempat wisata ini masih satu pengelola dengan kedua destinasi wisata tersebut. “Ketika weekend atau hari libur, pengunjung paling banyak sekitar seratus orang,” kata Elva.
Ramainya pengunjung, terang dia, ketika ada umat Hindu yang sedang melakukan sembahyangan di Pura Grajagan. Pada Minggu (26/1), ada rombongan dari Pura Giri Purwo Waseso, Dusun Curah Pecak, Desa/Kecamatan Purwoharjo yang merayakan upacara Siwaratri di Pantai Grajagan. “Banyak, ada ratusan orang yang melakukan sembahyangan. Mereka masuk tidak kena tarif,” ungkapnya.
Selain sepi pengunjung, akses menuju Pantai Grajagan juga sudah rusak. Jalan aspal yang dulunya mulus, sekarang tinggal bebatuan. “Katanya akan ada perbaikan jalan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2025,” jelasnya.
Salah satu penjual di Pantai Grajagan, Katemi, 55, mengatakan, Pantai Grajagan sekarang sepi pengunjung. Berbeda pada era 1990-an. Saat itu, artis Jakarta banyak yang berkunjung. “Pada zaman Rhoma Irama masih muda, banyak orang terkenal yang main ke sini (Pantai Grajagan),” katanya.
Saat ini yang sering berkunjung ke Pantai Grajagan, hanya orang lokal dan pencari ikan seperti nelayan. Ada beberapa turis yang berkunjung, tatapi mereka datang ketika ada ombak besar untuk berselancar. “Saya lumayan hafal orang yang kesini, hanya itu-itu saja. Jarang orang luar Banyuwangi yang ke Pantai Grajagan,” cetus wanita asal Blitar yang sekarang menetap di Pesisir Pantai Grajagan.(cw3/abi)
Editor : Agus Baihaqi