SEMENTARA itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran mengaku belum bisa mendata secara rinci okupansi pengunjung yang menginap di sejumlah homestay yang ada di wilayahnya selama libur panjang kali ini, Rabu (29/1).
Kepala Desa (Kades) Sumberagung, Vivin Agustin mengaku belum bisa mendata penyewa homestay lantaran belum ada peraturan desa (Perdes) yang mengatur pengelolaan homestay di wilayah Ring Satu itu. “Itu belum bisa kami lakukan (pendataan okupansi penyewa homestay) karena belum ada perdesnya,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Kades, pendataan atau rekap data penyewa homestay itu baru bisa dilakukan ketika perdes untuk menertibkan dan menata pengelolaan homestay itu telah terbit. “Nanti kita bantu mengelola dengan lebih baik, kalau ada yang ditarik (pajak) , tentu kita harus bisa memberi,” ucapnya.
Vivin menyampaikan dalam waktu dekat akan menggelar rapat dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) guna membahas perdes terkait homestay tersebut. “Sekarang belum kami bahas sama sekali, tapi akan rapat untuk menyusun perdes itu,” ujarnya.
Selama long weekend ini, kepolisian terus melakukan pemantauan terhadap para tamu atau wisatawan yang masuk ke wilayah Kecamatan Pesanggaran. “Setiap tamu yang mungkin menginap di homestay wilayah kami tetap kami pantau. Unit Intel kami tetap memantau. Pengelola juga memberikan laporan secara periodik,” kata Kapolsek Pesanggaran, AKP Lita Kurniawan.
Menurut Kapolsek, berdasarkan laporan yang masuk dari sejumlah pengelola homestay, belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Wisatawan dari luar daerah yang berkunjung ke Pulau Merah itu menginap di sejumlah hotel dan penginapan di Kota Banyuwangi. “Kemungkinan Pulau Merah ini bukan destinasi satu-satunya. Jadi mereka menginapnya tetap di kota,” cetusnya.
Upaya pendataan pada pengunjung homestay di Pantai Pulau Merah itu, jelas dia, sesuai kesepakatan pada pertemuan yang pernah dilakukan bersama para pengelola homestay. Pihaknya ingin mendeteksi setiap tamu yang datang dan menginap. “Kami meminta pengusaha homestay melaporkan tamu secara teratur, untuk deteksi dini,” cetusnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi