RadarBanyuwangi,id - Warga Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon tampaknya harus waspada. Di musim hujan seperti saat ini, desanya berpotensi banjir karena berkurangnya pepohonan yang berguna menyerap air hujan di perkampungan, kemarin (27/1).
Sejak dua tahun lalu, Dusun Mangaran yang berada di lereng Gunung Raung dan sebagian wilayahnya Perkebunan Bayu Kidul, mulai masif ditanami tebu. Padahal sebelumnya, wilayah tersebut jadi lokasi yang subur bagi pohon cengkih, seperti jalanan menuju Air Terjun Telunjuk Raung dan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung. “Sekarang semua (ditanami) tebu. Tapi di sela-sela masih ada cengkihnya, tapi sedikit,” kata salah satu warga yang sedang mencari rumput di tengah kebun, Purwanto, 60.
Dari informasi yang didapat Radar Genteng, 100 hektare wilayah Afdeling Mangaran, Perkebunan Bayu Kidul, kini ditanami tebu. Sejak itu, Purwanto mengaku kesulitan mencari pakan untuk ternaknya. “Kalau masih cengkih, di sela-selanya banyak rumput, kalau sekarang mulai menyempit,” katanya.
Berkurangnya pohon cengkih, juga dikhawatirkan akan berpengaruh pada resapan air hujan. Daun-daun cengkih yang berguna memecah air hujan, kini juga semakin berkurang. “Khawatirnya kalau hujan deras, apalagi daerah ini kan (dataran) tinggi,” tandasnya.
Administratur (Adm) Perkebunan Bayu Kidul, Sunarsis mengungkapkan, sejak lama izin untuk komoditas tanam perkebunan di wilayah Afdeling Mangaran tenaman tebu. “Sebenarnya sejak dulu sudah banyak tebu, tapi dua tahun ini ditambahi,” katanya saat dikonfirmasi melalaui ponselnya.
Sunarsis menyampaikan, meski menambah tanaman tebu di satu titik tersebut, pihaknya tetap menerapkan upaya-upaya pencegahan bencana alam. “Kami tetap menjaga tanaman kayu yang ada, khususnya di tebing-tebing dan pinggiran sungai,” dalihnya.
Pohon buah seperti durian, serta pohon hutan seperti mahoni, jati, dan pohon balsa masih eksis di wilayah perkebunan seluas kurang lebih 1.326 hektare tersebut. “Dari luas itu, luasan lahan yang ditanami pohon kayu ada 395 hektare. Ini angka kasar, karena catatan lengkapnya ada di kantor,” terangnya.
Sementara untuk luasan pohon cengkih, terang dia, saat ini sekitar 407 hektare, sedangkan kebun kopi sekitar 118 hektare. “Untuk tebu sekitar 406 hektare. Angka ini kami lihat masih ideal, dan kami anggap masih aman terkait kerawanan bencana,” paparnya seraya menyebut jajarannya sudah minta untuk rutin melakukan mitigasi bencana di sekitar Sungai Mangaran.
Sunarsis mengaku saat ini sedang menyusun data yang diperlukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) untuk mitigasi bencana. “Data luasan lahan dengan komoditasnya sedang disusun,” katanya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi