Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bangunan Megah dan Lahan Luas , Terminal Muncar Banyuwangi Tanpa Pungutan Retribusi

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 21 Januari 2025 | 16:05 WIB
SEPI: Tiga remaja bermain di Terminal Muncar yang berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar Senin (20/1).
SEPI: Tiga remaja bermain di Terminal Muncar yang berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar Senin (20/1).

RadarBanyuwangi.id-Kondisi Terminal Muncar yang berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, ini sangat memprihatinkan. Bangunan yang megah dengan lahan yang sangat luas, setiap harinya sepi dari armada bus dan penumpang.

Di terminal inim setiap harinya dipakai tempat berhenti bus Akas dengan jurusan Muncar-Madura, dan bus Ujang Jaya dengan jurusan Muncar-Situbondo. Kedua bus itu, jalurnya melalui Kota Banyuwangi dan Ketapang, Kecamatan Kalipuro. “Kalau bus Damri jurusan Muncar-Madura tidak masuk ke terminal,” terang Asad, tukang becak yang setiap hari mangkal di Terminal Muncar.

Menurut Asad, setiap hari kondisi di terminal ini sangat sepi. Tidak jarang, dalam sehari tidak mendapat penumpang sama sekali. “Ya seperti ini, sangat sepi sekali, saya menunggu penumpang bus yang turun,” katanya.

Penumpang bus yang turun di terminal, jelas dia, sebenarnya selalu ada meski sangat sedikit. Hanya saja, tidak jarang dari penumpang itu sudah dijemput oleh keluarganya. “Keluarganya sudah menunggu, jadi kami ngaplo,” ujar warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar ini.

Salah satu sopir bus Ujang Jaya, Bambang tidak menampik penumpang yang berangkat dari Terminal Muncar itu sangat sedikit. Malahan, saat jamnya sudah harus jalan, penumpang tidak ada sama sekali. “Ya begini kerja di jalanan,” cetus warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar itu.

Bambang yang mengaku pernah menjadi sopir bus Damri selama 30 tahun itu menyebut, pendapatannya tidak pernah pasti. Tapi, semuanya harus diterima karena itu sudah menjadi rezekinya. “Kadang ada, kadang juga tidak ada,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Petugas Terminal Muncar Edi Sutrisno mengakui setiap hari terminal yang dijaga sangat sepi. Bus yang biasa berangkat dari terminal, juga tidak pernah lengkap. “Semua bus disini jurusannya Muncar-Situbondo dan Muncar-Madura,” ungkapnya.

Dalam sehari, jelas dia, harusnya ada sembilan bus yang berangkat, dan sembilan bus yang datang.Kkenyataannya, pemberangkatan dan kedatangan bus itu tidak pernah lengkap. “Dalam sehari yang berangkat dan datang antara empat hingga lima bus saja,” cetusnya.

Edi menyebut, sebenarnya ada satu bus lagi yang melayani trayek Muncar-Madura. Bus itu, jelas dia, bus Damri. Tapi, bus yang satu ini tidak pernah masuk terminal. “Bus Damri berangkat dan datang tidak pernah masuk ke terminal,” jelasnya.

Sepinya penumpang dan bus, Edi menyampaikan sudah lama tidak menarik retribusi, baik itu untuk bus yang akan berangkat atau datang. “Tidak ada penarikan retribusi, kondisinya sepi seperti ini,” cetusnya.(abi)

Editor : Agus Baihaqi
#sopir bus #bus damri #retribusi #Trayek #Bus Akas #terminal #lahan #penumpang #tukang becak #bangunan #armada bus