RadarBanyuwangi.id - Salah satu peternakan sapi perah yang sudah eksis sejak puluhan tahun lalu, Dairy Farm Margo Utomo di Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, tampaknya serius dalam menyambut program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dairy Farm Margo Utomo yang berdiri sejak 1943 itu, memastikan menambah jumlah sapi perahnya untuk menunjang kebutuhan susu guna program MBG di Banyuwangi. “Bulan lima (Mei), sapi-sapinya datang,” kata manajer peternakan Dairy Farm Margo Utomo, Sugeng Hariyanto.
Menurut Sugeng, manajemen Dairy Farm Margo Utomo akan menambah 100 ekor sapi perah yang diimpor dari Australia. Itu menjadi tambahan yang signifikan bagi peternakan yang sekarang memiliki populasi sapi perah 70 ekor. “Otomatis yang impor dari Ausie ini kita jadikan penunjang juga,” katanya.
Hanya saja, terang Sugeng, semua sapi perah impor itu saat datang belum tentu bisa langsung nyetel dan produktif menghasilkan susu. Sebagai contoh, dari 70 ekor dalam populasi sapi, hanya ada 25 ekor yang produktif. “Kalau sekarang susu segar yang dihasilkan mencapai 350-an liter, target kita nanti bisa di atas 600 liter,” cetusnya.
Sugeng mengaku masih belum mendapatkan kepastian terkait kapan program MBG tersebut akan bergulir, dan berapa jumlah pasti kebutuhan susu untuk menunjang keperluan tersebut. “Info awal launching tanggal 13 kemarin (13 Januari) tapi kan terus mundur, belum tahu kapan realisasinya,” ujarnya.
Saat ini, lanjut dia, pihaknya harus menyiapkan secara detail kebutuhan tersebut karena berkaitan dengan flow dari produksi susu di peternakan yang dikendalikan. “Sementara menunggu informasi terlebih dahulu, tapi untuk (tambahan) sapi sudah fix,” katanya.
Sugeng mengatakan, selama ini susu segar hasil produksinya langsung dikirim ke konsumennya di Pulau Bali. Dalam sekali kirim, peternakan tersebut konsisten mengirim 1.000 liter susu segar. “Kami langsung kirim ke konsumen, tidak melalui koperasi terlebih dahulu. Alhamdulillah, selalu terpenuhi,” terangnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi