RadarBanyuwangi.id - Ruang Tata Usaha (TU) MTs Miftahul Mubtadiin yang berlokasi di Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, terbakar pada Sabtu (18/1) malam. Tidak ada korban jiwa, saat kejadian di sekolah itu sedang kosong.
Akibat kebakaran yang diduga korsleting listrik itu, MTs harus menanggung kerugian materil hingga Rp 6 juta. Sejumlah berkas penting dan perabotan yang ada di ruangan tersebut ludes terbakar. “Dari informasi saksi, kejadiannya pukul 18.10, setelah dapat laporan kami datang ke lokasi,” kata anggota Damkarmat Sektor Bangorejo, Agus Rifai.
Menurut Rifai, orang yang kali mengetahui ada kebakaran itu Salam, 70. Saat itu, Salam yang bertugas sebagai penjaga sekolah, hendak menghidupkan lampu di sekolah. “Saat akan menghidupkan lampu, Pak Salam lihat ada asap dan kobaran api di ruang TU,” cetusnya.
Melihat ruang TU terbakar, jelas dia, Salam memberitahu ke salah satu guru, Imam Baidowi, 46, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian. Imam kemudian meminta bantuan petugas Damkarmat. “Kami datang ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” tandasnya.
Saat yang bersamaan, jelas dia, pihak sekolah juga menghubungi PLN Muncar untuk memastikan tidak ada sambungan listrik yang berbahaya. “Sambungan listrik langsung diputus, khawatir menimbulkan bahaya lain,” cetusnya.
Menurut Rifai, kebakaran ini benar-benar padam sekitar pukul 20.00. Itu, berkat bantuan warga sekitar dan santri Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. “Saat kami sampai, api sudah mulai padam. Kami langsung lakukan penyemprotan untuk pendinginan guna mencegah kemunculan api kembali,” terangnya.
Kanit Reskrim Polsek Muncar, Ipda Oky Heru Prasetyo mengaku sudah mendatangi lokasi kejadian untuk identifikasi. Hasilnya, diduga kuat kebakaran tersebut terjadi akibat korsleting listrik kipas angin rusak yang tidak dimatikan. “Tidak ada unsur kesengajaan, diduga karena kelalaian,” ucapnya.
Menurut Oky, kipas angin yang rusak itu kemudian menimbulkan percikan listrik dan menyambar sejumlah kain seragam serta buku-buku yang ada di dalam ruangan. “Karena percikan api itu menyambar benda mudah terbakar, kebakaran tidak bisa dihindarkan,” pungkasnya.(sas/cw3/abi)
Editor : Agus Baihaqi