RadarBanyuwangi.id - Nasib tragis menimpa Misnawi, 72, asal Dusun Lidah, Desa/Kecamatan Gambiran. Kakek yang sempat menjalani perawatan di RSUD Genteng usai kecelakaan di Jalan KH Hasanudin, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng pada Jumat (3/1), itu akhirnya meninggal, Rabu (8/1).
Misnawi yang sempat menjalani perawatan selama lima hari itu, menghembuskan napas terakhir karena luka cukup parah di bagian kepalanya. “Dari hasil observasi dokter, korban meninggal akibat cedera otak berat (COB),” kata Kanit Lantas Polsek Genteng, Ipda Enita Dwi Rahayu.
Menurut Kanit Lantas, saat kecelakaan itu korban mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun dengan nomor polisi P 5208 ZY dengan membonceng istrinya, Lainem, 59. Setiba, di lokasi kejadian tabrakan adu banteng dengan sepeda motor Honda Supra X 125 AG 4361 CY yang dinaiki Robiki Alfan, 23, warga Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi. “Laka ini baru dilaporkan kepada kami pada Sabtu (4/1). Hari ini kami gelar olah TKP,” cetus Enita.
Enita membeberkan, kecelakaan tersebut bermula saat Misnawi melaju dari arah barat. Sesampai di TKP, tepatnya depan RSUD Genteng kakek ini hendak belok ke kanan. “Korban mau ke arah RSUD Genteng, dari lajur kiri meluncur ke kanan,” jelasnya.
Apesnya, jelas dia, saat yang bersamaan dari arah timur meluncur motor Honda Supra X 125 yang dinaiki Robiki. Karena jarak terlalu dekat, dua kendaraan itu tabrakan. “Misnawi dan istrinya terpelanting dan jatuh ke jalan aspal, Robiki juga terluka, semua dirawat di RSUD Genteng,” ucapnya.
Dalam kecelakaan itu, terang Enita, Misnawi mengalami luka robek di paha kirinya dan luka di bagian kepala. Saat dicek, ada gumpalan darah di otak. Sedangkan istrinya mengalami retak di pinggang kirinya. “Sehari setelahnya kejadian baru dilaporkan, kami dapat informasi korban meninggal dunia,” tuturnya seraya menyampaikan kedua motor yang tabrakan diamankan di Mapolsek Genteng.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi