RadarBanyuwangi.id – Lokasi wisata Pantai Cemara di Dusun Kabatmantren, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, memang belum terkenal seperti tempat wisata lainnya. Pada tahun baru, pengunjungnya melonjak dibanding tahun lalu.
Pada Rabu (1/1), pengunjung yang datang tempat wisata ini mencapai 1.500 pengunjung. Itu naik 200 persen di banding tahun baru 2024 yang hanya berjumlah 500 pengunjung saja. “Faktor cuaca juga bisa,” terang Sekretaris KUB yang mengelola Pantai Cemara, Umar Hamzah, 57.
Menurut Umar, pada tahun baru 2024 turun hujan deras. Meski saat itu ada pentas musik, tapi akhirnya juga bubar karena hujan turun semakin deras. “Pada awal 2025 fasilitas wisata ditambah, ini memancing pengunjung,” cetusnya.
Pembangunan jembatan yang melewati rindangnya pohon bakau, jelas dia, membuat pemandangan di pantai ini semakin bagus. “Jembatan baru diperbaiki, sekarang bahannya dari kayu mahoni,” jelasnya.
Ketua KUB, Sulistiono, 42, menambahkan jembatan baru itu selesai dibangun pada Selasa (31/12/2024). Sejumlah fasilitas juga diselesaikan pembangunan pada akhir tahun 2024 itu. “Jembatan baru dengan panjang 100 meter berhenti di tengah pohon bakau menuju pantai, di ujung jembatan ada gazebo untuk bersantai,” terangnya.
Disebelah timur jembatan baru, ungkap dia, ada jembatan yang terbuat dari bambu. Jembatan ini menuju ke ujung Pantai Cemara. “Di ujung jembatan bambu, ada menara tiga lantai untuk menikmati pemandangan pantai dari ketinggian,” cetusnya.
Wisata Pantai Cemara, jelas dia, selama ini hanya dijadikan pilihan kedua oleh pengunjung. Para pengunjung lebih memilih pergi ke wisata Gumuk Kantong di Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar. “Kalau dipantai dan kolam renang di Gumuk Kantong penuh, rata-rata pilihannya pasti kesini (Pantai Cemara),” katanya.(cw2/abi)
Editor : Agus Baihaqi