RadarBanyuwangi.id – Semua guru MTs Miftahul Mubtadi’in di Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, tempat NH, 15, korban pengeroyokan hingga tewas itu sekolah, kamis (2/1) sekitar pukul 10.30, takziah ke rumah siswanya di Dusun/Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo.
Kepala MTs Miftahul Mubtadi’in, Muhammad Nur Ahsan mengatakan, pada Kamis (2/1) pagi, kegiatan semua siswa untuk awal masuk sekolah, mengumpulkan raport dan tahlilan untuk NH. “Kita tahlilan di musala sekolah,” katanya.
Setelah tahlilan, jelas dia, semua siswa dipulangkan. Tapi untuk semua guru dikumpulkan dan berangkat takziah ke rumah NH yang berada di Dusun/Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo. “Saya sudah ke rumah NH semenjak tahu NH meninggal. Untuk semua guru hari ini (kemarin),” ujarnya.
Mendengar kematian salah satu muridnya itu, Ahsan mengaku kaget. Sebab, NH di sekolah bukan siswa yang terkenal nakal. Bahkan, NH termasuk anak yang berprestasi. “NH bukan anak yang suka macam-macam, dulu pernah mondok meski hanya satu tahun,” terangnya.
Menurut Ahsan, NH tidak punya riwayat mabuk di sekolahan maupun di rumah. Ia menduga kalau siswanya itu saat kejadian dipaksa atau dicekoki oleh pelaku untuk ikut pesta miras. “Saya tidak suka judul berita yang menyebut pesta miras, seakan-akan NH mau untuk mabuk,” tegasnya.
Ahsan mengungkap, sejumlah pelaku yang memukuli NH itu teman yang baru dikenalnya. Dari lima orang yang sempat minum itu, tidak ada siswa MTs Miftahul Mubtadi’in. “Dari anak-anak itu yang siswa kami hanya NH,” terangnya.;
Dari informasi yang didapat, terang dia, pelaku yang memukuli NH itu ada yang sekokah di MTsN 4 Banyuwangi, dan ada yang dari SMPN 1 Tegaldlimo. “Saya tidak tahu siapa saja yang sekolah disana, saya hanya mendengar kabar mereka itu siswa dua sekolah itu,” cetusnya.
Para siswa dan guru di sekolahnya, jelas dia, akan selalu mendoakan dan membantu keluarga NH. “Kita akan lakukan donasi kepada siapapun untuk meringakan beban kesedihan yang dialami keluarga NH,” ucapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.(cw2/abi)
Editor : Agus Baihaqi