RadarBnyuwangi.id-Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung menyebut vidio Gunung Raung meletus yang sempat viral di media sosial pada Selasa (24/12), itu tidak benar atau hoax. Vidio yang beredar itu Gunung Sinabung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang meletus pada Juni 2018.
Video berdurasi lima menit sepuluh detik dan juga video berdurasi 17 detik itu, diisi dengan suara gaduh masyarakat yang panik untuk menyelamatkan diri. “Vidio yang beredar itu Gunung Sinabung yang meletus pada Juni tahun 2018 silam, itu bisa ditelusuri di internet,” kata pengamat PPGA Raung, Burhan Alathea.
Menurut Burhan, dari ukuran kepulan asap yang keluar dari gunung tersebut, itu jelas bukan Gunung Raung. Bentuk kepulan asap erupsi Gunung Raung yang terjadi pada Selasa (24/12), bukanlah seperti bentuk kepulan asap seperti video yang viral tersebut. “Apalagi dalam video itu sampai mengenai rumah penduduk, itu sudah terbukti hoax,” cetusnya.
Dalam video tersebut, jelas dia, tidak menjelaskan lokasi terjadinya letusan gunung. Bahkan, dalam narasi video tersebut juga ada banjir akibat letusan gunung itu. “Dalam keterangan sama dengan keterangan video yang ada di televise pada Juni 2018,” ungkap Burhan sembari menjelaskan kebenaran video kepada Waka Admin KPH Perhutani Banyuwangi Barat, Rahman Hadi.
Burhan menyampaikan, bila Gunung Raung erupsi dan meletus, dan ada sungai-sungai yang terdampak banjir, banyak warga dan BPBD akan melaporkan ke PPGA. “Kalau ada apa-apa, pasti langsung di infokan ke PPGA,” katanya.
Klarifikasi Burhan itu diperkuat oleh penyelidik Bumi Madya Badan Geologi Bandung yang datang ke PPGA Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Nugraha Kertadinata, 58, kemarin (26/12). Terjadinya banjir bandang akibat letusan gunung meletus, itu akibat longsoran erupsi yang jatuh ke sungai maupun danau sekitar lokasi. “Longsoran erupsi akhirnya memenuhi sungai, sehingga terjadi lebam kecil pada sungai dan itu bias membuat bendungan jebol. Tapi jelas video yang beredar itu bukan letusan Gunung Raung,” jelas Nugraha.
Menurut Nugraha, sekarang kondisi Gunung Raung setelah empat kali erupsi sudah stabil. Gunung berapi yang aktif tersebut sudah kembali ke level II. “Sudah aman, saya dan pengamat di pos akan selalu memantau keadaan Gunung Raung di PPGA Raung (Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon),” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Untuk mengklarifikasi vidio letusan Gunung Raung yang hoax itu, Waka Admin KPH Perhutani Barat Rahman Hadi datang ke lokasi PPGA di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, untuk memperjelas dan membenarkan vidio yang beredar itu benar atau palsu. “Saya datang langsung ke pengamat dan pakarnya, apalagi ini juga disaksikan langsung oleh Danramil Songgon bapak Kapten Inf Totok Yulianto sebagai bukti klarifikasi langsung dari pusat pemantauannya,” terang Rahman.(cw2/abi)
Editor : Agus Baihaqi