RadarBanyuwangi.id - RSUD Genteng menegaskan diri sebagai rumah sakit terbaik di Bumi Blambangan. Selama 2024, rumah sakit yang berlokasi di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng itu mendapat banyak penghargaan.
Sedikitnya ada enam penghargaan yang berhasil disabet oleh rumah sakit pimpinan dr Hj Siti Asiyah Anggraeni M MRS FISQua itu. Dua dari penghargaan mentereng itu, dari perusahaan Ter – JMO alias yang paling bagus dalam penerapan Jamsostek Mobile dari BPJS Ketenagakerjaan, dan peringkat pertama Rumah Sakit Berkomitmen BPJS Kesehatan. “Prestasi kami yang membanggakan,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Dari penghargaan yang diberikan BPJS Kesehatan tersebut, terang dia, RSUD Genteng meraih peringkat pertama sebagai fasilitas kesehatan (Faskes) yang punya komitmen dalam pelayanan kesehatan program JKN tingkat nasional 2024 Kategori RS Kelas C. “Ini komitmen kami untuk bisa melayani masyarakat dengan baik,” terangnya.
Empat penghargaan lain The Committed Leader in Supporting Human Resources Health Education of the Year, rumah sakit aman bencana, juara 3 lomba fotografi HKN ke-60, juara 2 lomba paduan suara, dan juara 3 lomba pengucapan pembukaan UUD 1945 dalam HUT Korpri. “Semoga prestasi ini bisa menstimulus karyawan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat,” harapnya.
Tidak hanya itu, pada 2024 ini RSUD Genteng juga mengorbitkan banyak inovasi untuk menunjang pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Semuanya membuat inovasi baru dalam meningkatkan pelayanan pada masyarakat. “Inovasi yang dibuat harus bisa meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menunjang pelengkapan Alat Kesehatan (Alkes), lanjut dia, RSUD Genteng juga memiliki layanan unggulan baru, salah satunya adalah Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). “Alkes itu sangat menunjang pelayanan masyarakat,” ujarnya.
ESWL ini, adalah alat yang digunakan dalam prosedur non-invasif untuk memecahkan batu ginjal, batu saluran kemih, dan batu empedu. “ESWL menggunakan mesin yang berada di luar tubuh untuk menghasilkan gelombang kejut yang diarahkan ke lokasi batu. Batu yang dipecah akan keluar bersama urine,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi